InspirasiSosokUMKM

Gayatri Book, Semakin Bersinar Setiap Tahun

Hadir sejak dua tahun lalu sekitar September 2018, toko buku online Gayatri Book menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan buku bacaan kala pandemi. Widi Astuti, owner Gayatri Book menjelaskan, nama Gayatri diambil dari nama anak keduanya, Gayatri Nuria Azkadina.

“Berharap dengan memakai namanya, toko buku online ini semakin bersinar setiap tahun,” tutur penulis dengan nama pena Dia Gaara Andromeda ini.

Nama Gayatri ini kata Widi, filosofinya berasal dari nama perempuan yang membesarkan nama Patih Gajahmada untuk Majapahit, yaitu Gayatri Rajapatni. Perempuan yang berperan penting untuk kesuksesan Gajahmada.

Advertisement

Gayatri Book menyediakan beragam jenis buku. Mulai dari buku-buku fiksi berupa novel Indonesia dan novel terjemahan serta buku nonfiksi seperti biografi, parenting, sejarah, bisnis motivasi dan lain-lain. Bukan hanya buku dewasa dan remaja, buku-buku anak juga tersedia. Paling banyak yakni komik-komik. Ada komik-komik langka dan lawas, komik manga, komik Indonesia dan buku-buku import.

“Rata-rata di sini buku bekas atau second, walau ada 10 persen buku-buku baru dari penerbit Basa-Basi dan penerbit lainnya, tapi gak banyak. Kalau ada yang mau request buku bisa aja, tapi kemungkinan untuk mencarinya perlu waktu ya,” tutur pemilik akun Instagram @diagaaraandromeda ini.

Buku-buku di Gayatri Book ini bisa dipesan melalui marketplace Shopee dan Tokopedia. Untuk Shopee tersedia di shopee.co.id/diagaara | Gayatri Book, sementara untuk di Tokopedia bisa dicari di www.tokopedia.com/gayatri-book | gayatri book store. Buku-buku ini pun bisa dipesan melalui akun Instagram @gayatribook atau melalui Facebook Dia Gaara Andromeda.

“Belum semua diupload ya, baru sebagian aja yang diupload. Sementara cuma buka via online nih, aku hanya buka di rumah aja, karena aku ini kan kerjanya hanya IRT sambil ngasuh dua bocil, sedang suami tiap hari ngojol grab,” imbuh Widi yang tinggal di Jalan Cipinang Gading, Rangga Mekar, Bogor Selatan, Kota Bogor ini.

Advertisement

Suka duka menjalani usaha ini papar Widi, pada awal mula mendirikan Gayatri Book saat jadi jastiper di BBW Jakarta dan Bandung, sama sekali tidak terpikir bakal eksis sampe detik ini. Setelah kebangkrutan usaha donat bakar setelah ia resign jadi guru produktif di SMK Wikrama Bogor, Widi mengaku agak down.

“Gak lama aku bangkit lagi usaha kue-kue basah. Aku titipin kue-kue basah buatanku ke sekolah-sekolah dan warung-warung deket rumah, kayak pastel, risoles, lemper, onde-onde dan lain-lain. Karena saat itu Gayatri masih bayi jadi aku agak keteter dengan tenaga, akhirnya aku berhenti dan cari celah usaha lain, yaitu jual beli buku online,” tutur Widi.

Widi menjual gerobak bekas usaha donat bakar itu dan ada dua teman yang membantu Widi berupa uang Rp500 ribu untuk jadi jastiper BBW Bandung plus Jakarta. Awalnya Widi hanya jual buku-buku segelan dan obralan, tapi ke sini-sini mulai menekuni jual beli untuk buku-buku bekas juga.

Orang-orang yang amat berjasa terhadap karirknya sekarang kata Widi, adalah sang mamah, Edi Mulyono yakni owner Diva Press dan Basa Basi, Rina Rinz yakni owner Lovrinz Publishing, Melina Sekarsari blogger Bogor, T Sandi Situmorang yang menjadi abang sekaligus teman nulis Widi di media sosial, dan banyak teman-teman yang membantu Widi secara moril dan materiil.

“Mereka gak pernah ninggalin aku saat aku sulit, justru malah nolong aku,” curhat Widi.

Keberadaan Gayatri Book ini diakui Widi sangat membantu orang-orang yang butuh bacaan saat pandemi, tanpa harus keluar rumah sudah bisa beli buku dengan mudah.

“Peminat buku di online itu masih banyak. Aku kan jual bukunya gak terlalu mahal ya, standard aja yang bisa dijangkau orang. Beberapa orang bilang, beli buku di tokoku cukup murah. Mereka nyari alternatif ke toko buku online untuk cari temen bacaan selama pendemik, walaupun kondisi bekas tapi keadaan sebagian besar buku masih good condition,” jelas Widi.

Next plan, Widi sangat ingin punya lapak secara offline.

“Yang jaga suamiku sendiri, hihi. Tapi kan tau sendiri ya, sewa kios masih mahal. Dan pengen banget jual buku-buku baru juga, saat ini modalnya masih minim soalnya, hihi. Mudah-mudahan satu hari aku dimampukan Allah untuk nyetok buku-buku baru juga, tapi no bajakan ya, tokoko sama sekali gak jual buku bajakan,” harapnya.

Widi juga ingin, dari bisnis ini bisa membeli rumah sendiri. Ia ingin mengajak sang mamah tinggal bersamanya lagi. Rumah kontrakan yang Widi tempati sekarang tidak memungkinkan ditinggali bersama orang tua karena sempit.

“Alhamdulilah sih walau cuma usaha online doang, udah bisa memenuhi segala kebutuhan hidup keluarga kecilku. Bisnis yang aku mulai dengan modal yang minim banget, kini udah lumayan udah bisa memenuhi kehidupan sehari-hari, bahkan bisa bantu cover uang makan juga, karena selama pandemi, ojol grab suamiku drastis menurun penghasilannya,” pungkas Widi. (hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.