Entertainment

Fleur De DC, Usaha Toko Bunga Milik Denise Chariesta yang Kontroversi, Cari Tahu Yuk!

BISNISBANTEN.COM – Di 2022 ini Denise Chariesta masih eksis dengan kontroversinya. Baru-baru ini dia menghina Fuji yakni dengan mengatakan Fuji terkenal karena musibah. Ini diungkapkan saat tampil di channel YouTube Uya Kuya.

Di luar kontroversi ini, Denise Chariesta memiliki Fleur De DC, toko bunga di salah satu pusat perbelanjaan di Gallery Lafayette, Pacific Place, Jakarta. Tapi lagi-lagi, gara-gara toko bunga ini Denis menuai kontroversi.

Perempuan yang viral sejak mengaku sebagai orang kaya dalam video TikTok-nya ini pernah berseteru dengan kekasih Boy William, Karen Vendela.

Advertisement

Karen memesan bunga seharga Rp4,1 juta. Ia emesan untuk tanggal 14 namun sampai hari itu tiba, bunga pun belum dikirim. Bahkan orang admin dari toko bunga Denise Chariesta tersebut juga tidak memberikan kabar apapun.

Melalui Instagram Storynya yang ada di highlight dengan judul Penipuan. Kejadian ini bermula dari Karen yang ingin memesan bunga di hari Valentine. Saat itu, Karen ingin membantu temannya untuk memesankan bunga di toko bunga milik Denise melalui percakapan Whatsapp.

Selain itu, Denis pernah berseteru dengan Farah Ayu Seto. Ia menceritakan suaminya memesan bunga di tempat Denise Chariesta untuk hari valentine. Namun bunga tersebut tak kunjung datang pada hari yang telah dijanjikan. Padahal bunga tersebut dipesan dengan harga Rp30 juta.

Denise yang viral sejak 2020 ini juga sempat berseteru dengan keluarga Uya Kuya, hingga Uya mengirimkan karangan bunga yang cukup besar. Ini bermula saat Denise menggunakan jasa Nino Kuya, anak Uya, untuk mempromosikan toko bunga miliknya.

Advertisement

Satu hari setelah Nino mempromosikan toko bunga Denise, Nino malah mempromosikan toko bunga lainnya. Hal ini sontak membuat Denise meradang dan menyindir keluarga Uya melalui media sosial.

Di luar kontroversi ini, toko bunga milik Denise cukup laris karena mengusung konsep buket bunga mewah. Harga satu rangkaian bunga mencapai jutaan rupiah.

Sebagai pebisnis, Denise diketahui tengah menjalankan bisnis lain yakni coffee shop.

Namun untuk bisnis buket bunga, Denise membuat buket-buket bunga itu sendiri. Lebih tepatnya, ia merancang pola buket bunganya, bagian pemasangannya dilakukan oleh karyawannya.

Rumah Denise juga sekaligus dijadikan tempat usahanya. Di lantai dua rumahnya, ada ruang yang dirancang multifungsi, namun tetap berbalut warna merah muda mencolok. Ruang tengah ini diisi dengan sofa, tempat tidur, meja rias, kulkas, rak sepatu, dan banyak hiasan dinding.

Bagaimana? Jadi tahu sisi lain Denis sang pebisnis? (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.