Atasi Banjir Kota Serang, Muji Rohman Usul Alokasi Anggaran Infrastruktur di Atas Rp50 Miliar

BISNISBANTEN.COM – Masalah banjir yang kerap mengepung Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten menjadi perhatian serius jajaran legislatif. Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman menekankan, pentingnya peningkatan alokasi anggaran dalam KUA-PPAS 2027 untuk memprioritaskan penanganan banjir secara komprehensif.
Menurut Muji, kondisi saat ini yang sedang memasuki musim kemarau seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan infrastruktur yang matang.
Ia menyoroti bahwa pada dua periode sebelumnya, anggaran penanganan banjir hanya berkisar antara Rp15 miliar hingga Rp23 miliar. Angka tersebut dinilai belum cukup ideal untuk mengatasi persoalan debit air yang tinggi dan pertumbuhan penduduk yang pesat.
Muji Rohman mengusulkan agar pemerintah mengalokasikan anggaran di atas Rp50 miliar per tahun untuk menangani masalah banjir secara efektif. Dana tersebut direncanakan untuk memperkuat infrastruktur vital seperti perbaikan drainase, pembangunan saluran sekunder, hingga revitalisasi embung-embung yang ada di sekitar Kota Serang.
“Idealnya, kalau APBD-nya memungkinkan, ya sekitar 50 miliar ke atas per tahun [4]. Kita harus melihat kembali efektivitas gorong-gorong dan melakukan revitalisasi, seperti embung di BIP TBL yang selama ini kurang tertangani secara optimal oleh OPD terkait,” ujar Muji, dikutip pada Jum’at (31/07/26).
Selain faktor infrastruktur, Muji juga menyoroti adanya pergeseran titik genangan air ke arah pusat kota. Ia mengidentifikasi bahwa salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran air adalah keberadaan bangunan liar dan penyalahgunaan area sempadan sungai atau drainase untuk kepentingan ruko.
Ia mendesak Pemerintah Kota Serang untuk berani melakukan penertiban terhadap bangunan-bangunan yang menyalahi aturan tersebut. “Pemerintah harus melakukan penertiban terhadap bangunan liar. Drainase yang digunakan untuk ruko dan menyalahi sepadan sungai itu harus ditertibkan agar air bisa mengalir lancar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muji mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada pembangunan “wajah” kota atau estetika pusat ibu kota, seperti kawasan Royal Baroe dan Alun-alun, sementara masalah fundamental seperti banjir terabaikan.
“Jangan sampai wajah kota yang sudah bagus ini hilang lagi (keindahannya) karena banjir. Makanya, di 2027 nanti kita akan fokuskan pada revitalisasi drainase dan saluran air sebelum musim hujan tiba,” pungkasnya. (Siska)








