SosokUMKM

Di Tangan Hakim, Limbah Pelepah Pisang jadi Pundi Rupiah

BISNISBANTEN.COM – Berawal dari tempat tinggal yang berdekatan dengan kali Ciliwung, Abdul Hakim (49) berfikir untuk mengolah limbah yang berserakan untuk menjadi produk lebih berguna.

“Yang hanyut di kali banyak, terutama bambu dan batang pohon pisang kiriman dari Depok. Karena saya orangnya suka mencoba, kenapa enggak saya coba olah limbah tersebut jadi barang yang berkualitas,” jelas Hakim saat ditemui bisnisbanten.com di rumahnya, Kaujon Buah Gede, depan SDN Kaujon, Kota Serang, Banten.

Pada saat itu, Hakim, sapaan akrabnya itu mulai mengolah limbah gedebong pisang tersebut untuk membuat berbagai kerajinan.

Advertisement

“Awalnya saya itu enggak tahu cara mengolah gedebong pisang, ditebang dan dijemur sampai sebulan lamanya gak kering-kering. Ternyata, gedebong pisang itu harus disobek pakai pisau tumpul dan dijemur harus pakai bambu. Bahkan, gedebong pisang yang busuk hasilnya lebih bagus, seperti pohon jati,” tambahnya.

Sementara itu, produk pertama yang ia buat adalah celengan dari kaleng susu ditumpuk dua dan dilapisi oleh pelepah pisang yang sudah kering. Akan tetapi, kerajinan buatannya tersebut tidak langsung mendapatkan hasil. Perlu waktu kurang lebih tiga bulan hingga akhirnya kerajinan buatannya dilirik masyarakat.

“Saya nggak cuma buat celengan dari kaleng saja, tapi juga buat celengan dari bambu dan paralon bekas,” katanya.

Selain dirinya membuat celengan, ia juga membuat sapu lidi, kaligrafi, bunga, tempat pensil, gantungan kunci, serta souvenir khas Banten yang bahan bakunya berasal dari limbah pelepah pisang.

Advertisement

Hakim melakoni usahanya tersebut sejak 23 tahun yang lalu. Dibantu oleh istri dan anak-anaknya, dalam sehari ada sekitar 50 celengan kurang lebih yang diproduksi. Untuk biaya produksinya sangat terjangkau yakni untuk satu celengan, ia hanya mengeluarkan Rp4 ribu dan dijual satu celengan Rp20 ribu hingga Rp25 ribu.

“Modal besarnya lama dipekerjaan. Karena kerajinan tangan ini nggak mudah, harus dibantu ibadah, doa dan yakin aja. Alhamdulillah sampai sekarang usaha kerajinan ini lancar. Saya berharap, ke depan karya saya lebih bermanfaat untuk orang banyak,” tutupnya. (SYF)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com