Kuliner

Bubur Legendaris di Pandeglang Ini Bukan Cuma untuk Sarapan Loh

BISNISBANTEN.COM – Bubur ayam biasanya disajikan saat sarapan meskipun sebenarnya dapat disantap kapan pun. Tidak heran jika banyak pedagang bubur yang buka pagi hari ini. Selain sarapan, bubur ayam juga kerap menjadi pilihan hidangan hangat di tengah malam. Ini juga alasan, akan lebih mudah mencari penjual bubur ayam saat malam hari.

Nah, bubur ayam satu ini bisa ditemui jam berapapun selama persediaan ada, mulai pagi pukul 06.00-22.00 WaiH. Inilah kedai bubur ayam Eco yang legendaris di Pandeglang, Banten.

Tak jauh dari Alun Alun Pandeglang, tepatnya di Yumaga, Kabayan, Bubur Ayam Eco selalu ramai dikunjungi segala usia. Memiliki parkiran yang memanjang dan bisa menampung banyak kendaraan roda dua dan tiga, kedai bubur ini kerap dijadikan tempat berkumpul sambil menikmati hidangan bertekstur lembut dan memiliki kandungan gizi cukup baik ini.

Advertisement

Bubur Ayam Eco memiliki area santap yang luas. Ada lesehan, ada juga tempat duduk dengan meja panjang, dan ada yang di balkon menghadap jalan. Cocok bagi keluarga, teman nongkrong, juga berpasangan.

Seperti labelnya Bubur Ayam Eco, menu utama di sini adalah bubur ayam. Per porsi penuh dijual Rp12 ribu dan porsi setengah Rp8 ribu. Ciri khas bubur di sini tidak encer dan tidak gampang.

Tidak hanya bubur, ada juga sate-satean yang bisa dijadikan menu pendamping. Seperti seta telur puyuh, sate ati ampel, dan sate usus. Tersedia juga aneka gorengan. Bagi yang ingin menikmati bubur ayam dengan emping, juga tersedia loh.

Advertisement

Untuk yang kurang suka bubur, di siji tersedia kupat sayur. Sebelumnya ada menu pilihan seblak, bubur sop dengan delan khas Labuan, dan bubur ayam spesial ayam kampung. Namun ketiga menu ini sudah dicoret dan tidak lagi tersedia.

Untuk minuman tersedia hangat dan dingin dengan harga bervariasi. Namun disediakan pula teh hangat dan air putih yang bisa diambil sendiri dan dinikmati secara gratis.

Mengingat bubur ayam kerap dijadikan makanan bayi, anak-anak, atau orang sakit yang tengah dirawat untuk pemulihan, tidak heran kalau banyak yang antri juga untuk take away alias tidak disantap di tempat.

Fasilitas di tempat ini ada toilet dan wifi gratis. Tidak tanggung-tanggung, pasword wifi ditempel di dinding.

Sekadar tahu, bubur yang terbuat dari nasi banyak dikonsumsi penduduk di Asia dan dikenal sebagai makanan sehat dari Asia. Kebanyakan makanan yang populer di Asia, berasal dari Tiongkok. Di Tiongkok, beras yang dimasak perlahan dengan air disebut dengan congee.

Menurut catatan sejarah terawal dari bubur ini sudah ada sejak sebelum masehi, lo. Konon, sudah ada sejak zaman Kaisar Kuning berkuasa yakni Kaisar Xuanyuan Huangdi. Pada 238 sebelum masehi, terjadi musim paceklik atau kekurangan bahan makanan akibat kemarau berkepanjangan.

Berbeda dengan sejarahnya, bubur saat ini disantap di segala musim bukan cuma kemarau. Penasaran menikmati bubur legendaris di Pandeglang ini? (Hilal)

Tinggalkan Komentar

Advertisement
Baca Selengkapnya

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.