Bank Indonesia: Digitalisasi Telah Merevolusi Sektor Keuangan

- Advertisement -

BISNISBANTEN.COM – Bank Indonesia menyatakan, digitalisasi telah merevolusi seluruh sendi kehidupan, baik di bidang non keuangan maupun keuangan yang dipelopori oleh TekFin. Menurut Analis Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Putu Paulus Adi Susila, Inovasi digital bukan barang baru.

Jejaknya sudah ditemukan sejak akhir abad ke-19 saat telegraph ditemukan. Teknologi digital di dunia keuangan bahkan sudah marak digunakan di-era 1980-an pada saat teknologi ATM mulai dikenal. Namun, era digital yang saat ini berlangsung pada prinsipnya berbeda dengan sebelumnya.

Ciri khas utama dari digitalisasi di era Millenium adalah terbukanya akses atas high-end technology hingga ke level individu, hingga ke kelompok masyarakat ekonomi menengah ke-bawah. Kondisi ini distimulasi terobosan nano teknologi di industri semi-konduktor yang merevolusi bentuk chip yang semakin mengecil, namun dengan kapasitas memory yang semakin membesar sehingga pada gilirannya meningkatkan kapasitas dan mobilitas computer.

“Terobosan berikutnya yang juga revolusioner adalah high speed internet (4G dan 5G), yang dispersinya didukung oleh meluasnya jaringan broadband yang memungkinkan akses dan pengiriman data secara lebih cepat dan lebih besar. Nah, salah satu dampaknya yang sangat signikan adalah meluasnya akses wifi yang memungkinkan siapapun untuk mampu berselancar di dunia maya at any time and any where,” ujar Putu saat acara PMK Ekonomi Digital dan Inovasi di Era Milenial, di Bali beberapa waktu lalu.

Kombinasi antara teknologi chip dan high-speed internet tersebutlah yang kemudian membidani lahirnya teknologi smartphone yang menjadi milestone menyebarnya akses teknologi digital secara luas. Di era Industry 4.0, teknologi digital tidak lagi eksklusif.

Teknologi chip, high-speed internet, dan smartphone tersebut yang kemudian melahirkan berbagai inovasi digital, seperti IoT, Big Data, Cloud, Distributed Ledger Technology, AI/Machine Learning, dan robotics.

“Hal yang menarik dari berbagai fenomena inovatif tersebut adalah data yang semakin granular. Berbagai inovasi digital tersebut pada prinsipnya merupakan cabang dari data science yang berupaya sedemikian rupa untuk mengolah dan memanfaatkan data granular untuk perbaikan proses bisnis,” pungkas Putu. (AHR)

- Advertisement -
Ahmad Haris
Wartawan di bisnisbanten.com
- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

1,048FansSuka
854PengikutMengikuti
31PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles

Bank bjb Cetak Laba Rp1,2 Triliun

BISNISBANTEN.COM -- Berdasarkan ekspose dalam Analyst Meeting Triwulan III 2020, Bank bjb secara konsolidasi berhasil memperoleh laba bersih Rp1,2 triliun selama paruh...

Ini Laporan Kinerja BNI Kuartal 3-2020

BISNISBANTEN.COM -- Di Hingga akhir September 2020, total aset BNI tumbuh 12,5% year on year (yoy) terutama dikontribusi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga...

Peduli Lingkungan, Bank Panin KCU Serang Tanam 100 Pohon Mangga

BISNISBANTEN.COM -- Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Bank Panin KCU Serang ikut berpartisipasi dalam sosial penanaman pohon yang berlangsung di Komplek Pesantren...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

BACA JUGA

Kini, Lebih dari 9000 Cabang Bank Layani Penukaran UPK 75 RI

BISNISBANTEN.COM -- Bank Indonesia (BI) bersama lebih dari 9000 kantor cabang bank di seluruh Indonesia melayani penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun...

ASTRA Tol Tangerang-Merak Gelar Kampanye Keselamatan 2020

BISNISBANTEN.COM -- Sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan di Jalan Tol, ASTRA Tol Tangerang-Merak menggelar Roadsafety Workshop. Ini sebagai bagian dari program Kampanye Keselamatan 2020 ASTRA...
- Advertisement -
- Advertisement -