Bank Banten Gencarkan Literasi Keuangan, Dorong Masyarakat Cerdas Berinvestasi

BISNISBANTEN.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten terus membuktikan komitmennya dalam penguatan literasi keuangan masyarakat sebagai upaya membangun ketahanan finansial di tengah dinamika ekonomi. Melalui edukasi yang disampaikan melalui berbagai media yang relevan, Bank Banten terus mengajak masyarakat untuk memahami pengelolaan keuangan, mengenali risiko investasi, serta mengambil keputusan finansial secara bijak dan terencana.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Bisnis Bank Banten, Slamet Riyadi, dalam wawancara bersama RRI Banten, Rabu 24 Juni 2026, yang membahas pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan ekonomi sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan berinvestasi.
Dalam wawancara tersebut, Slamet menjelaskan bahwa meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk tekanan inflasi yang dapat mengurangi daya beli. Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya sebatas membiasakan masyarakat untuk menabung, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya investasi yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan keuangan, dan profil risiko masing-masing.
“Literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial yang tepat. Ketika memahami cara mengelola keuangan dengan baik, masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai dinamika ekonomi, termasuk inflasi yang dapat memengaruhi daya beli,” ujar Slamet dalam wawancara di RRI Banten.
Ia menambahkan bahwa setiap instrumen investasi memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Oleh karena itu, masyarakat tidak seharusnya hanya tergiur oleh potensi keuntungan yang tinggi, tetapi juga wajib memahami risiko setiap instrumen investasi.
“Setiap orang memiliki karakter yang berbeda dalam berinvestasi. Ada yang cenderung konservatif sehingga lebih nyaman memilih instrumen dengan risiko rendah seperti deposito atau reksa dana, sementara sebagian lainnya siap mengambil risiko lebih tinggi melalui saham. Yang terpenting adalah memahami karakter diri sendiri sebelum memutuskan berinvestasi,” jelasnya.
Selain memahami risiko investasi, Slamet juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak inflasi terhadap nilai uang. Inflasi yang terjadi secara berkelanjutan dapat menurunkan daya beli apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik maupun investasi yang tepat. Karena itu, masyarakat perlu mulai menyusun perencanaan keuangan, mengatur prioritas pengeluaran, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan investasi jangka panjang.
Menurutnya, investasi bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga menjadi salah satu strategi untuk menjaga nilai aset agar tidak tergerus inflasi. Dengan memahami konsep investasi yang benar, masyarakat diharapkan mampu membangun kondisi keuangan yang lebih sehat, stabil, dan berkelanjutan.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah yang berkomitmen mendukung peningkatan inklusi dan literasi keuangan di Provinsi Banten, Bank Banten terus menghadirkan berbagai program edukasi keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak, memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko, serta terhindar dari praktik investasi yang tidak dipahami atau berpotensi merugikan.
Melalui sinergi dan kolaborasi dalam penguatan literasi keuangan, Bank Banten berharap semakin banyak masyarakat yang mampu merencanakan keuangan secara lebih baik, membangun kebiasaan berinvestasi secara bijak, serta memiliki ketahanan finansial yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa mendatang.









