Sosok

Awang Setiaji, Guru Honorer Muda yang Sukses Berbisnis Bimbel

BISNISBANTEN.COM – Sudah menjadi rahasia umum bahwa gaji guru honorer sangatlah kecil. Itulah yang dialami seorang Awang Setiaji, guru honorer muda yang mengajar di SDN Sukasih 1, Kecamatan Pasar Kemis, Kota Tangerang.

Berawal dari ketersinggungan saat para murid yang diajarnya tidak ingin jadi guru lantaran gajinya kecil, Awang mencoba merintis usaha bimbingan belajar (Bimbel) dengan murid hanya tiga orang, yang tak lain adalah muridnya di SDN Sukasih 1. Fasilitas yang digunakan pun seadanya, dan bertempat di rumah orang tua Awang.

Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, kerja kerasnya dalam membangun usaha Bimbel akhirnya menuai hasil yang memuaskan. Lembaga Bimbel yang ia beri nama Create Education Course (CEC) yang didirikan pada 2010 lalu, dengan fasilitas seadanya tersebut kini telah memiliki 45 cabang di seluruh Indonesia.

Advertisement

Dari 45 cabang Bimbel CEC di Indonesia, ada lebih dari 3.000 siswa mengikuti bimbel CEC dengan lebih dari 100 staf tenaga pengajar. Awang membuka paket franchise Bimbel CEC-nya mulai dari harga 30 juta sampai 50 juta Rupiah. “Mulai awal tahun 2018, sudah ganti, kita mulai 50 juta sampai 150 juta Rupiah. Untuk info lebih, silahkan lihat di www.bimbelcec.com,” ujar Awang.

Dari bisnis Bimbel itu, kelahiran Tangerang 12 Februari 1991 itu setidaknya mendapatkan penghasilan minimal 50 Juta Rupiah dalam sebulan. Penghasilan yang luar biasa besar untuk seorang guru, yang jika dibandingkan dengan gaji guru honorer bisa berpuluh-puluh kali lipat perbandinganya.

“Ya orang taunya pas udah suksesnya aja, “Ih enak banget sih” “Wih mantap”, mereka enggak tahu bagaimana perjuangan saya dalam berbisnis, berkorban tenaga dan pikiran yang enggak biasa,” ungkap Awang yang pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Daar El-Qolam Gintung, Tangerang Banten. (AHR/NUA)


Penulis : Ahmad Haris
Editor : Nurzahara Amalia

Advertisement

Advertisement
LANJUT BACA