InspirasiSosok

Ridho Hakiki, Berawal dari Melamar Sana-sini Akhirnya Mendirikan Organizer Sendiri

BISNISBANTEN.COM — Berawal dari melamar sana-sini di wedding organizer, Ridho Hakiki akhirnya mendirikan wedding organizer sendiri dengan nama Hakiki Organizer. Kelahiran Cilegon, 24 November 1999 ini mengaku, gemar menjalankan usaha.

“Saya emang sudah bergelut usaha dari orangtua saya zaman smp yang berjualan baju. Pas di SMK, saya itu pernah berjualan pewangi laundry, pembersih keramik, tumbler, maupun yang lainnya. Saya berpikir, belum tentu lulus kuliah itu langsung dapat pekerjaan yang bagus sesuai posisi yabg saya inginkan, makanya saya berwirausaha. Saya sudah diajarkan berdagang dari saya sejak SD, SMP, dan SMK,” tutur lulusan SDN Kedaleman 01 Cilegon, SMP Pembangunan Cilegon, dan SMKS YP 17 Cilegon ini.

Mahasiswa Universitas Serang Raya ini menjelaskan, organizer ini bukan merupakan usaha pertamanya. Sebelumnya, remaja yang hobi travelling dan memasak ini pernah berjualan sandal dewasa di mobil, pewangi laundry, tumbler, dan makanan.

Advertisement

“Kenapa memilih usaha organizer? Ini berawal dari omongan dan sharing session sama temen saya yaitu Putri Fatonah dan Aulya Fazha yang selalu support saya dalam posisi saat ini. Di zaman sekarang kan banyak persaingan, di sini saya terinspirasi oleh dari Small Studio itu dengan menggunakan bayar berapa aja dari mulai Rp500 ribu,” terang lelaki yang tinggal di PCI Blok D112 No 19 RT/RW 07/04, Cibeber, Kota Cilegon ini.

Ditanya tentang akan seperti apa ke depannya usaha organizer yang dimiliki, Ridho bilang, masih dalam tahap perkembangan.

“Ke depannya saya akan membuka lapangan kerja untuk kerja part time yang membutuhkan pengalaman,” tutur Ridho.

Ridho menjelaskan, mengapa suka dengan wirausaha ini karena tidak terpatok oleh waktu. “Karena berawal pengin punya usaha sendiri akhirnya tercapai juga dari omongan sindiran yang suka dijudges oleh orang lain,” pungkas Ridho. (Hilal)

Advertisement
Tinggalkan Komentar

Advertisement
Baca Selengkapnya

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.