Bijak Hadapi Tantrum Anak Laki-laki, Ingat Mereka Boleh Menangis, Kok!

BISNISBANTEN.COM — Menangis merupakan proses alamiah yang terjadi pada tubuh manusia. Siapa saja bisa menangis baik itu laki-laki atau perempuan, anak-anak hingga orang dewasa. Bagi anak-anak, menangis adalah salah satu cara komunikasi mereka yang biasanya dipicu oleh hal-hal yang membuatnya tidak nyaman atau ada hal yang ingin mereka dapatkan.
Tangisan anak kerap membuat orang tua pusing dan kesal, apalagi jika anak menangis di depan umum. Tidak heran jika selama ini sering dijumpai orang tua yang buru-buru meminta anak berhenti menangis. Ternyata, menyuruh anak berhenti menangis merupakan kekeliruan. Sebaiknya, orang tua yang justru berhenti untuk mengatakan “jangan nangis” ketika anak bersedih.
Selama ini, menangis identik dengan hal negatif dan dianggap sebagai kelemahan anak. Terlebih untuk anak laki-laki. Padahal, anak laki-laki pun boleh menangis dan bukan sebagai tanda bahwa anak lemah dan cengeng.
Orang tua yang marah atau keliru memberikan respon menghadapi anak menangis, justru akan membuat efek yang tidak baik bagi anak, seperti menjadi anak yang mengalami masalah anger management atau kesulitan mengendalikan amarah.
Praktisi neuroparenting, dr. Aisah Dahlan dalam podcast bersama Denny Sumargo mengatakan, anak bisa menjadi apati bila orang tua meminta anak yang sedang menangis berhenti. Apati merupakan perasaan yang membuat orang menjadi putus asa dan merasa tidak berguna.
Orang tua sebaiknya tidak memaki anak laki-laki saat mereka meluapkan emosi dengan cara menangis. Hindari ucapan-ucapan negative yang bisa membuat anak justru semakin kecewa, seperti “Cengeng banget sih kamu,” atau “anak laki-laki gak boleh nangis. Gak boleh lemah!”
Aisah Dahlan mengatakan, menghadapi anak laki-laki menangis dengan cara memvalidasi perasaannya. “Ketika anak laki-laki menangis, kita validasi dan berempati kepada anak. Sehingga anak merasa dia tidak salah kalau menangis karena ibunya mengerti. Jika anak sudah tenang dan ada di saat penerimaan kondisi, baru bisa diberikan nasehat,” ujarnya.









