Gejala dan Penyebab Stretch Mark yang Biasa Terjadi

BISNISBANTEN.COM — Stretch mark adalah garis atau guratan yang muncul pada permukaan kulit akibat perubahan drastis pada tubuh.
Kondisi ini umum dialami oleh banyak orang, terutama selama masa kehamilan, pertumbuhan cepat pada remaja, atau peningkatan berat badan yang signifikan.
Stretch mark adalah kondisi umum yang disebabkan oleh peregangan kulit yang cepat.
Meskipun tidak berbahaya, stretch mark dapat mempengaruhi penampilan kulit dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Mengetahui gejala dan penyebabnya dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah pencegahan dan perawatan yang tepat untuk menjaga kesehatan kulit. Berikut ini adalah penjelasan tentang gejala dan penyebab stretch mark.
Gejala Stretch Mark
1. Warna Awal
Stretch mark awalnya muncul sebagai garis berwarna merah muda, ungu, merah, biru, atau cokelat, tergantung pada warna kulit seseorang.
2. Tekstur Kulit
Area yang terkena stretch mark mungkin terasa sedikit terangkat dan gatal pada awalnya.
3. Perubahan Warna
Seiring waktu, stretch mark akan memudar menjadi warna yang lebih terang dari kulit sekitar, seperti putih atau perak.
4. Lokasi
Stretch mark paling sering muncul di perut, payudara, pinggul, bokong, paha, dan punggung bawah. Namun, mereka juga bisa muncul di area lain yang mengalami peregangan kulit.
Penyebab Stretch Mark
1. Peregangan Kulit yang Cepat
Stretch mark terjadi ketika kulit mengalami peregangan yang cepat, menyebabkan lapisan tengah kulit (dermis) robek dan menimbulkan garis-garis pada lapisan atas kulit (epidermis).
2. Kehamilan
Peregangan kulit selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga, adalah salah satu penyebab paling umum dari stretch mark. Hampir 90% wanita hamil mengalami stretch mark.
3. Pertumbuhan Cepat
Pertumbuhan yang cepat selama masa pubertas dapat menyebabkan stretch mark pada remaja. Peregangan kulit yang cepat pada saat tubuh tumbuh pesat menyebabkan kondisi ini.
4. Perubahan Berat Badan
Kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis dan cepat dapat menyebabkan stretch mark. Hal ini sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas atau mereka yang melakukan program penurunan berat badan yang ketat.
5. Genetika
Faktor genetik juga berperan. Jika anggota keluarga Anda memiliki stretch mark, Anda lebih mungkin untuk mengalaminya juga.
6. Penggunaan Steroid
Penggunaan jangka panjang krim atau salep steroid dapat mengurangi jumlah kolagen di kulit, membuatnya lebih rentan terhadap stretch mark.
7. Kondisi Medis
Beberapa kondisi medis, seperti sindrom Cushing atau sindrom Marfan, dapat menyebabkan stretch mark. Kondisi ini mempengaruhi elastisitas kulit dan membuatnya lebih mudah untuk robek.
8. Perubahan Hormon
Perubahan hormon yang terjadi selama masa pubertas, kehamilan, atau terapi hormon juga dapat menyebabkan stretch mark.
Cara Mengatasi dan Mencegah Stretch Mark
1. Menggunakan Pelembap
Menggunakan pelembap yang mengandung vitamin A, vitamin E, dan kolagen dapat membantu menjaga elastisitas kulit dan mencegah stretch mark.
2. Menjaga Berat Badan Stabil
Menghindari kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis dapat mengurangi risiko stretch mark.
3. Diet Seimbang
Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin C, E, zinc, dan protein dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan elastisitasnya.
4. Perawatan Medis
Beberapa perawatan medis, seperti terapi laser, microneedling, atau penggunaan krim retinoid, dapat membantu mengurangi tampilan stretch mark.
5. Hidrasi yang Cukup
Minum cukup air setiap hari dapat membantu menjaga kulit tetap lembap dan elastis. (Sarah)









