Lifestyle

Dokter Richard Lee Dicibir Usai Sebut Seblak Makanan Rakyat Jelata

BISNISBANTEN.COM — Baru-baru ini viral di media sosial unggahan video dr. Richard Lee yang katakan seblak adalah makanan rakyat jelata. Dokter Richard Lee yang sebelumnya hits karena kontennya yang mengedukasi tentang skincare berbahaya bagi kesehatan kulit, kini harus mendapat cibiran karena pernyataannya yang dianggap konroversial mengenai seblak. Dalam video yang beredar, dokter Richard menyinggung istrinya yang sedang memakan seblak, ia mengatakan bahwa makanan yang dimakan istrinya tidak sekelas dengan makanan yang ia makan karena biasanya ia memakan makanan mewah. “Beginilah keadaan rumah ini, suami makan mewah istri makan yang susah,” kata dr.Richard Lee.

Awalnya, dokter Reni dan Richard Lee tengah menikmati makanan bersama di meja makan sambil berunding perihal seblak yang sedang dimakan oleh dokter Reni. “Nyobain seblak yang asli abang-abangnya. Dari wanginya aja nggak enak, serius,” kritik Reni Effendi. Rupanya, dokter Reni tidak begitu suka dengan rasa seblak yang dimakannya. Pengakuan istrinya itu membuat Richard Lee tertawa dan membandingkan makanan dirinya dengan makanan yang dimakan sang istri.

Dokter Richard juga terlihat heran melihat istrinya memilih seblak yang menurutnya tidak enak meskipun murah. “Itu makanan rakyat jelata, yang penting pedes yang penting banyak, murah. Enak kan nggak penting,” ujar dr.Richard Lee. Ternyata, dokter Reni juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku bila seblak buatannya lebih enak. “Enak punya saya yang dari toppokki,” pungkasnya sambil menunjukkan gestur tak ingin melanjutkan makan.

Perbincangan mereka pun ternyata menuai banyak sorotan dan menjadi pusat perhatian hingga banyak cibiran yang dilontarkan oleh netizen pada pasangan suami istri tersebut. “Buset mulutnya dr Richard Lee,” kata netizen. Sebagai pecinta seblak tentu beberapa diantara mereka merasa tidak sepantasnya pasangan dokter ini mengatakan demikian. Bahkan ada juga yang mengaku sakit hati. “Sakit banget dengernya ya Allah,” tandas netizen. “Tinggi banget omongan langit,” sambung netizen lain. “Gelar gak menjamin etika,” ujar netizen lainnya. (Sarah)

bisnisbanten.com