JSCB Akan Menjadi Program Berkelanjutan Dinsos Cilegon di Tahun 2024

BISNISBANTEN.COM – Program Jaminan Sosial Cilegon Bermartabat (JSCB) menjadi program berkelanjutan Dinas Sosial (Dinsos) Cilegon di tahun 2024. Kepala Dinas Sosial Cilegon Damanhuri mengatakan JSCB adalah program Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang diperuntukkan bagi janda, lansia, disabilitas, dan anak terlantar.
“Besaran dana nanti yang dikucurkan untuk itu masih sama yaitu Rp 1 juta, kemudian ada bantuan untuk yatim atau piatu, yatim terlantar itu besaran dengan Rp 1.2 juta masih sama dengan tahun 2023,” kata Kepala Dinsos Cilegon, Damanhuri di ruang kerjanya, Selasa (23/1/2024).
Bantuan tersebut, lanjut Daman, ada juga untuk santunan kematian dengan besaran dana Rp 2 juta. Sudah termasuk bantuan proses penguburan, sedangkan dan santunan akan diberikan langsung melalui rekening warga yang terdaftar.
“Santunan kematian itu diberikan untuk warga yang terdaftar, sudah melalui verifikasi sesuai syarat dan ketentuan. Setelah itu, dana akan di proses ke rekening masing-masing, Dinsos tidak melakukan bantuan dengan tunai. Jadi, semua terdata, by name by adress,”ujarnya.
Lebih lanjut, Damanhuri menjelaskan seluruh bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang menenuhi syarat dan ketentuan. Terutama bagi yang tidak mampu secara finansial.
Dikatakannya , setidaknya pada tahun 2023 program JSCB telah terlaksana untuk 780 KK sudah mendapatkan bantuan. Dengan santunan anak yatim mencapai 1.280 anak.
“Kriteria paramaternya ya tidak mampu, KTP dari Cilegon dan masuk di data DTKS. Adapun yang melakukan verifikasi adalah para pendamping dengan satu pendamping bisa memegang 2 sampai 3 kelurahan,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Intini menjelaskan pihaknya sudah banyak merealisasikan program-program untuk masyarakat di tahun 2023, teruma program JSCB.
“Santunan kematian di tahun 2023 sudah diberikan ke 235 jiwa. Adapun bantuan untuk para disabilitas, yang kriterianya tidak ada batasan usia, kalau memang terdaftar sebagai warga yang tidak mampu maka mendapat bantuan,”jelasnya.
Intini menuturkan, pada tahun 2023, pihaknya juga sudah merealisasikan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan 79 unit. Ia mengatakan, RTLH terbanyak didapati pemukiman kecamatan Cibeber.
“RTLH ada 79 unit sudah kami tangani di tahun 2023, namun di tahun 2024 ini RTLH sudah bukan masuk di program dinsos lagi, melainkan sudah ke Dinas Perkim,”ungkpanya. (dik)








