Banten24

Walau Mengidap Thalassemia, Billy Hernando Tetap Semangat Berjualan Untuk Sembuh

BISNISBANTEN.COM – Billy Hernando pemuda warga Lingkungan Kampung Kubang Menyawak, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil diagnosa mengidap kondisi tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah normal (Thalassemia Beta Mayor) dan harus rutin menjalani transfusi darah. Akibat dari penyakitnya Billy harus menjalani transfusi darah merah dan darah putih per 2 minggu, ini akan dijalaninya seumur hidup dari usianya 1 tahun di RSUD Kabupaten Tanggerang.

Ditengah kondisi serta besarnya biaya Rumah Sakit, siswa kelas 3 SMP tersebut tidak berpangku tangan terus berjuang membantu Ibunya Ayudita (42) yang berprofesi sebagai penjual makanan di tempat tinggalnya.

“Dari usia 1 tahun saya mengetahui Billy mengidap Thalassemia, setelah itu Billy membutuhkan transfusi darah sebulan sampai 6 kali, dan itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Semenjak itu, kami terus berusaha bagaimana caranya tetap berpenghasilan, termasuk Alhamdulillah Billy kemudian ikut membantu jualan saat memasuki SMP,” tuturnya. Jumat (12/1/2024)

Ayudita mengaku bangga kepada Billy, dan Ia mengatakan tidak ada paksaan kepada Billy dalam berjualan. Menurutnya, Billy tidak menjadikan kondisinya untu bermalas-malasan, justru membuat dirinya semakin mandiri dan memiliki jiwa yang berani.

“Kami tidak pernah memaksa dia untuk berjualan, tapi alhamdulillahnya, itu semua murni kemauan dirinya sendiri. Membantu jualan kami perbolehkan, tapi kami tidak mengizinkan untuk jualan keliling, jadi hanya di sekolah, di rumah jaga warung, jangan sampai kelelahan,”ucapnya.

Sementara itu Billy Hernando mengaku senang bisa berjualan membantu Ibunya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan juga untuk biaya pengobatannya . Menurutnya, tidak ada keraguan sedikitpun dalam membantu Ibunya berjualan. Billy mengaku bahwa itu sudah menjadi keharusannya sebagai anak yang harus berbakti kepada kedua orangtuanya.
“Bagi saya membantu orang tua itu mulia, saya juga butuh untuk bertahan hidup apalagi saya juga sudah tahu kalau thalassemia ini perawatannya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jadi, kalau ada kesempatan untuk jualan ya saya jualan. Hari Minggu saya juga membantu di rumah untuk nasi uduk dan jaga warung,”ujarnya.

Billy menambahkan berjualan membantu orang tuanya tidak hanya dilakukan saat Ia sekolah dan dirumahnya saja, tetapi saat Ia berangkat ke rumah sakit, Billy tetap berjualan menjajakan makanan olahan Ibunya.

“Selain menjualkan donat, saya juga menjualkan nasi uduk. Kalau saya harus ke RSUD Tangerang untuk transfusi darah, saya dan Ibu sengaja membawa jualan juga. Jadi, kami di sana sambil berjualan donat. Pembelinya dari yang sesama Thalassemia atau Dokternya juga kadang membeli,” tambahnya.

Billy berharap dengan hasil berjualan Ia dan Ibunya bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan juga memenuhi biaya pengobatnya.(dik)

bisnisbanten.com