Bupati Serang Dorong Optimalisasi Program PTSL, BPN Targetkan 46 Ribu Sertifikat di 2024

BISNISBANTEN.COM- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mendorong optimalisasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada masyarakat Kabupaten Serang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang menargetkan 46 ribu sertifikat pada 2024 mendatang.
Itu disampaikan Tatu usai menyerahkan puluhan sertifikat tanah gratis program PTSL secara simbolis kepada warga di empat kecamatan di Pendopo Bupati, Rabu (27/12/2023). Turut hadir Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Serang, Harlina Ulwiyati, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Nanang Supriatna dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Serang.
Sekadar diketahui, dari target 19 ribu sertifikat di Kabupaten Serang tahun ini terealisasi 18.818 sertifikat dan yang diserahkan secara simbolis sebanyak 55 sertifikat. Meliputi warga dari Desa Pulo (Kecamatan Ciruas), Desa Tamansari (Kecamatan Baros), Desa Sukalaba (Kecamatan Gunungsari), Desa Luwuk (Kecamatan Gunungsari), dan Desa Ciherang (Kecamatan Gunungsari). Selain itu, ada 5 sertifikat lintas sektor dari Desa Argawana, Kecamatan Puloampel.

Tatu pun mengapresiasi program Presiden Joko widodo (Jokowi) tersebut yang memfasilitasi masyarakat mendapatkan sertifikat tanah secara gratis dan mendorong program terus dioptimalkan, sehingga masyarakat mau berbondong-bondong mengikutsertakan program PTSL atas tanah miliknya.
“Supaya menjadi legal dalam kepemilikan tanah,” ujar Ketua DPD Golkar Banten ini.
Berdasarkan hasil evaluasi dengan ATR/BPN Kabupaten Serang, diungkapkan Tatu, Kabupaten Serang mempunyai target 46 ribu sertifikat program PTSL pada 2024 mendatang atau meningkat dari target 2023. Oleh karena itu, menurut Tatu, harus ada strategi untuk memastikan kepala desa, camat, dan beberapa OPD untuk ikut terlibat agar dari sejak pendataan dapat memberikan data kepada BPN dengan cepat. Tatu pun mengingatkan para kepala desa agar konsisten mencapai target yang diinginkan dan sudah ditetapkan BPN. Jika diperlukan, ditegaskan Tatu, Sumber Daya Manusia (SDM) di pemerintah kecamatan bisa diturunkan ke desa untuk penetapan lokasi PTSL lebih valid.
”Saya berharap ada organisasi masyarakat yang sampai di tingkat RW RT bisa kita berdayakan. Ini harus kita bantu sama-sama supaya program ini dimanfaatkan,” ajak bupati dua periode ini.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Serang Harlina Ulwiyati mengungkapkan, sebanyak 6.900 sertifikat yang sudah jadi dari total 18.818 sertifikat yang terealisasi tahun ini dari target 19 ribu sertifikat atau terealisasi 99 persen.

“Prinsipnya, tahun ini kami dari BPN Kabupaten Serang akan membagikan 18.818 sertifikat,” ungkapnya.
Harlina berharap, masyarakat yang sudah mendapatkan PTSL dapat memberi informasi atau mengedukasi masyarakat lain. Kata Harlina, pengsertifikatan hanya dikenakan biaya Rp 150 ribu setelah mendapatkan subsidi program dari pemerintah.
”Belum tentu setelah Pak Jokowi sudah tidak menjabat kembali ada program PTSL. Sayang sekali, karena PTSL dibiayai negara,” katanya. (Nizar)









