Banten24

Beredar Video Entus Minta Dukungan Golkar Jadi Calon Bupati Pandeglang

BISNISBANTEN.COM – Beredar video Bakal Calon Bupati Pandeglang Tubagus Entus Mahmud Sahiri yang menghadiri sebuah acara resmi meminta dukungan untuk pencalonannya kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang diketahui juga sebagai Ketua DPD Golkar Banten.

Entus di atas panggung yang diduga berdiri bersama para pensiunan pejabat menyinggung soal Golkar yang belum mendukungnya. Entus menyampaikannya langsung kepada Tatu dan Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum yang notabene juga sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD Golkar Banten yang hadir pada acara tersebut.

Dalam sambutannya, Entus menyampaikan hal yang sifatnya pribadi. Ia mengaku saat ini aktivitasnya banyak di habiskan di tanah kelahirannya, yakni Pandeglang dan menegaskan bahwa Ia ke Pandeglang bukan mengejar jabatan atau gila jabatan, atau bahkan mencari sensasi karena sudah banyak yang menyebutnya sebagai Bakal Calon Bupati Pandeglang.

Predikat itu, kata Entus, bukan sekadar coba-coba atau sekadar gagah gagahan, melainkan karena keterpanggilan selaku putra daerah asli Pandeglang.

“Ini saya perlu jelaskan, karena saya khawatir di antara rekan-rekan, khususnya pejabat eselon 2 dan 3, Pak Entus ini kok tidak tahu diri amat, puguh sebutannya juga Sekda termiskin di Banten tapi ingin jadi bupati. Nah ini bukan tanpa sebab Ibu (merujuk ke Tatu-red),” ujar mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang ini.

Entus pun menceritakan perjalanan karirnya sekira 10 tahun lalu ketika menjabat Asisten Daerah (Asda) 2, dimana ia mengaku mendapat kunjungan tokoh ulama di Pandeglang yang memintanya menjadi Bupati Pandeglang.

“Kalau saya gila jabatan, mungkin waktu itu sudah kembali ke Pandeglang, tetapi saya menyatakan belum siap dan saya memilih karir dulu di Kabupaten Serang,” katanya.

Bahkan, sambung Entus, ia juga mengaku pernah ditawari Tatu yang saat itu menjadi Bakal Calon Bupati Serang untuk mendampingi sebagai Wakil Bupati dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di bawah kepemimpinan Ida Rosita Lutfi sebagai Ketua DPC sebelum pilihannya jatuh kepada Pandji Tirtayasa, karena masih fokus karir sebagai pejabat Pemkab Serang. Kemudian, lanjut Entus, sekira lima tahun lalu juga sempat diminta Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra dan kembali menyatakan ketidaksiapannya. Bahkan, Entus juga mengaku disinggung oleh para Aktivis di Pandeglang agar peduli terhadap Pandeglang lima tahun silam.

Lalu, satu tahun lalu, tepatnya 27 Ramadan, Entus kedatangan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pandeglang yang memintanya mencalonkan Bupati Pandeglang pada Pilkada 2024, dilanjutkan sekira April lalu salah satu tokoh Pandeglang dari Partai Golkar juga memintanya untuk mengikuti Pilkada 2024 menjadi Balon Bupati Pandeglang yang diakui menyentuh hati Entus untuk menyiapkan diri mengikuti Pilkada menjadi Bupati Pandeglang.

“Jadi, hal hal tadi yang mendorong saya untuk melangkah, nawaetu Bu (menyebut Tatu-red), meskipun apa adanya,” ujarnya.

Keyakinan menjadi Bakal Calon Bupati Pandeglang, diakui Entus, didorong karena ia putra daerah yang mengenyam pendidikan di Pandeglang, mulai dari sekolah di SDN 1 Pandeglang, SMPN 1 Pandeglang, hingga SMAN 1 Pandeglang yang semua sekolah berada di sekitar Alun-alun Pandeglang.

“Setiap sudut Alun-alun sudah saya tempati, tinggal sudut Pendopo yang belum,” candanya.

“Apakah ini tanda-tanda alam,” imbuhnya.

Entus juga menceritakan tentang sejarah namanya diberikan nama Tubagus Entus Mahmud Sahiri, dimana nama Sahiri diambil dari nama Bupati Pandeglang oleh orangtuanya saat Entus dilahirkan, dengan sejarah waktu Entus dilahirkan kebetulan orangtuanya meminjam kendaraan milik Bupati Pandeglang hingga orangtua mengabadikannya.

“Mudah-mudahan ada barokah ya! Jadi itulah, bukan sekadar nafsu, bukan sekadar gila jabatan, tetapi ada hal- hal yang harus saya buktikan, dan saya ikut karena banyak permintaan dari masyarakat Pandeglang,” tegasnya.

Entus berharap, bisa ditakdirkan menjadi Bupati Pandeglang dan saat ini terus berikhtiar dan berusaha. Soal hasil, Entus mengaku menyerahkannya kepada takdir dari Allah SWT. Entus pun mengaku sempat berseloroh dengan rekannya yang juga pensiun Marfudin, mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Serang saat salat Jumat di Masjid Jogokariyan Jogjakarta yang seperti tidak percaya menanyakan kepadanya kaitan pencalonannya di Pilkada Bupati Pandeglang.

“Ari ente bener rek nyalon Bupati Pandeglang (Kaku benar mau nyalon Bupati Pandeglang-red), saya jawab bener. Terus, udah gimana aja? Sosialisasi sudah. Terus, kumaha (gimana-red) masyarakat ngadukung (mendukung-red)? Alhamdulillah banyak yang ngedukung, tinggal Ibu Tatu (menyindir dukungan Golkar-red) saja yang belum mendukung saya. Tapi, Pak Marfudin hebat bu, katanya urusan bu Tatu biar saya yang ngomong, sebab kalau saya yang ngomong kebangetan kalau tidak mendukung,” cerita Entus nyentil Tatu selaku Ketua DPD Golkar Banten meminta dukungan secara halus.

Entus pun langsung menyampaikan permohonan dukungannya kepada Tatu. Entus pun mengaku pertemuan hari itu merupakan kesempatan baik untuk menjelaskan posisinya saat ini. Entus pun berharap doa dari tamu undangan, khususnya Bupati Serang, Forkopimda, dan Bahrul Ulum selaku Sekjen DPD Golkar Banten dan berharap mendapat peluang dukungan dari Partai Golkar.

“Mudah-mudahan, dukungan dari Ibu Bupati, Pak Ketua Dewan, dari Forkopimda, serta dari rekan-rekan semuanya bisa membawa kebaikan bagi saya pribadi dan masyarakat Kabupaten Pandeglang,” tutup Entus yang diakhiri dengan pantun. (Nizar)

bisnisbanten.com