Banten24

Harga Daging Ayam Tembus Rp50 Ribu Per Kilo, Pedagang di Banten Ancam Libur Jualan

BISNISBANTEN.COM- Pedagang daging ayam di yang tergabung Paguyuban Pedagang Ayam di Provinsi Banten mengancam akan meliburkan diri berjualan daging ayam di pasar, mulai 22 sampai 24 Juni 2023 mendatang. Itu menyusul harga daging ayam saat ini yang tembus hingga Rp50 per kilogram yang dinilai akan merugikan pedagang, karena akan minim pembeli.

Demikian keluhan salah seorang Pedagang Pasar Rau, Kota Serang yang tergabung Paguyuban Pedagang Daging Ayam Provinsi Banten Wahidin yang videonya viral tersebar di media sosial aplikasi WhatsApp (WA), Senin (19/6/2023).

Dalam video berdurasi 1,49 menit itu, Wahidin yang mengaku seorang pedagang daging ayam di Los G-16 Pasar Rau ini mengaku bersama pedagang lain di Pasar Rau mengancam akan libur berjualan daging ayam, karena saat ini harga daging ayam sangat tinggi.

“Maka, kami seluruh pedagang ayam di Pasar Rau akan melakukan libur dari tanggal 22 sampai 24 Juni 2023,” ancam Wahidin.

Bahkan, kata Wahidin, pernyataan akan libur jualan dari para pedagang di Pasar Rau akan ditandatangani Ketua Peguyuban Pedagang Daging Ayam se-Provinsi Banten, meliputi wilayah Cilegon, Serang, Pandeglang, hingga Tangerang. Pihaknya juga, kata Wahidin, sedang berkoordinasi dengan para broker daging ayam se-Provinsi Banten untuk merealisasikan niat para pedagang daging ayam libur jualan.

“Mudah-mudahan kesepakatan akan tercapai, dan pada tanggal yang ditentukan, kami akan libur semua. Insya Allah kita sepakat untuk libur, amin,“ tegasnya.

Wahidin berharap, nasib para pedagang daging ayam bisa diperhatikan pemerintah, serta pemerintah dapat mendengar keluh kesah para pedagang daging ayam yang merasa dirugikan dengan adanya lonjakan harga daging ayam.

“Semoga diperhatikan oleh pemerintah, supaya pedagang kecil dan keluh kesah kami ditanggapi dan dibantu masalah harga. Karena, kami tidak bisa jual lagi dengan harga tersebut, karena harga kami patokannya itu paling tinggi Rp35 sampai Rp38 ribu per kilogram, sekarang sudah kepala 5 atau Rp50 ribu per kilogram,” keluhnya.

“Enggak mungkin pelanggan-pelanggan kami akan membeli dengan harga segitu. Makanya, kami meminta bantuan pemerintah setempat,” imbuhnya. (Nizar)

bisnisbanten.com