Deputi Gubernur BI: Kita Harus Berikan Instensif Kepada Sektor UMKM

BISNISBANTEN.COM – Bank Indonesia (BI) menggelar Seminar Nasional Pembiayaan UMKM Melalui Multichannel Financing, pada hari ini, Jumat (17/2/2023).
Seminar Nasional dengan tema “Perluasan Akses Pembiayaan UMKM melalui Skema Rantai Pasok Guna Mendorong Pembiayaan yang Inklusif dan Seimbang” ini menghadirkan Yunita Resi Sari selaku Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Dian Ediana Rae selaku Anggota Dewan Komisioner & Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Doni P. Joewono selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Acara seminar ini bertujuan untuk membuat UMKM Indonesia lebih maju. Selain itu juga untuk peningkatan skala ekonomi, dan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas UMKM dalam rangka peningkatan daya saing.
Pada kesempatan ini, Dian Ediana Rae mengatakan bahwa salah satu sektor yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia adalah sektor UMKM, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen. Selain itu, sektor UMKM juga memiliki peran yang vital dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia yang sampai saat ini tercatat ada sekitar 65 juta pelaku UMKM.
“Kemudian kontribusi perbankan terhadap sektor UMKM juga terus meningkat, tercermin dari penyaluran kredit UMKM yang tumbuh hampir 11,47 persen di Desember 2022 lalu secara month to month (mtm),” papar Dian Ediana Rae.
Di kesempatan yang sama, Doni P. Joewono juga mengatakan tantangannya cukup berat.
“UMKM kontribusinya 50 persen tapi kreditnya baru 7 persen dari PDB. Sementara saya liat negara Asean itu sudah 15 persen, jadi memang kita harus sedikit naik di atas 7 persen. Kemudian Presiden juga sudah menargetkan agar UMKM harus 30 persen pada 2024,” jelasnya.
Melalui Multichannel Financial ini, Doni P. Joewono mengungkapkan kepada peserta yang hadir terutama pada perbankan untuk selalu memberikan instensif.
“Jadi artinya kita berikan instensif pada sektor-sektor, tentunya termasuk sektor UMKM,” katanya.
Kemudian di akhir pidatonya, Doni P. Joewono juga berkata bahwa tahun ini Bank Indonesia ingin mendorong pengembangan ekonomi subsisten. (Dhori)









