Bisnis Banten

Puluhan Pelajar SMAN 2 Kota Serang Terima KTP-el, Walikota: Terapkan Disiplin

BISNISBANTENCOM – Sebanyak 73 pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Kota Serang menerima Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) yang diserahkan langsung secara simbolis oleh Walikota Serang Syafrudin di halaman SMAN 2 Kota Serang, Senin (9/1/2023).

Sebelum penyerahan KTP-el, terlebih dahulu Syafrudin menjadi pembina apel upacara bendera di SMAN 2 Kota Serang yang dirangkaikan dengan penyerahan KTP-el pemula tersebut.

Turut mendampingi Syafrudin, yakni Asisten Daerah (Asda) I Pemkot Serang Subagyo, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang Dul Barid, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Farah Richie, dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang Sarnata.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim, penyerahan bantuan peralatan olahraga, hingga penyerahan bantuan bibit pohon dan tanaman hias.

Dalam amanatnya, Syafrudin mengatakan bahwa kedatangannya sebagai bentuk pembinaan agar siswa-siswi SMA terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Bulan-bulan kemarin banyak sekali aksi geng motor. Ini berasal dari anak-anak kita yang masih berusia di bawah 17 tahun,” ujarnya.

Oleh karena itu, Syafrudin berpesan kepada pelajar SMAN 2 Kota Serang agar menerapkan kedisiplinan, baik di sekolah maupun keluarga dan lingkungan. Syafrudin juga mengimbau agar para pelajar tidak terbawa arus negatif.

“Terapkan disiplin, karena yang diajarkan bapak ibu guru yang pertama adalah disiplin. Kedisiplinan di sekolah akan terbawa ke rumah dan terbawa juga ke lingkungan,” pesan mantan Camat Cipocokjaya ini.

Terkait penyerahan KTP-el pemula, diungkapkan Syafrudin, terdapat 73 siswa-siswi SMAN 2 Kota Serang yang menerima KTP-el dari program jemput bola Disdukcapil, dimana pelajar yang sudah berusia 17 tahun disasar untuk memiliki KTP-el.

“Aksi jemput bola KTP-el pemula ini bukan hanya di rumah, tetapi juga di SLTA, sekalipun SLTA menjadi kewenangan Pemprov Banten,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kota Serang Herry Suswanto menambahkan, jumlah pelajar yang belum memiliki KTP-el dinamis, apalagi berkaitan dengan pergantian tahun.
Seperti data siswa yang belum memiliki KTP-el pada saat perekaman 2022 yang usia 17 tahun itu kelahiran 2005.

“Nah ini kan sudah menginjak tahun 2023. Berarti kelahiran tahun 2006 atau sebelumnya sudah bisa masuk KTP pemula. Jadi, data yang 17 tahun itu dinamis dengan pergantian tahun,” jelasnya.

Kata Herry, program jemput bola akan terus berlanjut, karena dapat memudahkan siswa-siswi untuk melakukan perekaman langsung di sekolah.

“Ini memudahkan siswa-siswi yang sudah memasuki usia 17 tahun memiliki dokumen kependudukan. Mengingat juga Pemilu sudah masuk proses tahapan. Dengan kita aktif ke sekolah-sekolah, InsyaAllah target-target akan terkejar,” tandas Harry. (Eko/zai)

bisnisbanten.com