Dosen dan Mahasiswa Universitas Pamulang Kota Serang Selenggarakan PKM untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah di PondokPesantren KULNI

BISNISBANTEN.COM — Dalam upaya memperkuat pemahamangenerasi muda terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan berlandaskan nilai-nilai Islam, dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang Kampus Kota Serang menyelenggarakankegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Modern Kulliyyatul Al-NaasyiinAl-Islamiyyah. Kegiatan tersebut mengangkat temapeningkatan literasi keuangan syariah melaluipelatihan pengelolaan keuangan bagi santri, dan dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, bertempatdi Aula Pondok Pesantren Modern Kulliyyatul Al-Naasyiin Al-Islamiyyah.
Program ini diikuti oleh puluhan santri kelas XI dan XII yang tampak antusias sejak awal acara. Selain menjadi wadah transfer ilmu, kegiatan inijuga merupakan bentuk nyata kontribusiperguruan tinggi dalam mendorong peningkatankualitas sumber daya manusia melalui edukasifinansial yang aplikatif dan relevan dengankebutuhan zaman.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Pesantren
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Modern Kulliyyatul Al-Naasyiin Al-Islamiyyah Suhaemi, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasiatas kehadiran tim Universitas Pamulang yang telahmemilih pesantren sebagai mitra pelaksanaankegiatan.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren merupakan langkahstrategis dalam memperluas wawasan santri, tidakhanya dalam bidang keagamaan dan akademik, tetapijuga pada aspek keterampilan hidup, termasukpengelolaan keuangan.
“Literasi keuangan syariah sangat penting bagi santriagar mereka siap menghadapi tantangan ekonomimasa depan dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Program Studi ManajemenUniversitas Pamulang Karsikah menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakanimplementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepadamasyarakat.
Ia menuturkan bahwa peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda harus dimulai sejak dini agar terbentuk kebiasaan positif dalam mengelolapendapatan, menyusun prioritas kebutuhan, sertamembangun kemandirian ekonomi.
Materi Strategis dan Kontekstual
Sesi utama disampaikan Mastiah. selaku Ketua Pelaksana PKM, didampingi Muhammad Arifin bersama tim dosendan mahasiswa. Materi dirancang secara interaktif, komunikatif, serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan santri sebagai generasi muda yang tengahmemasuki fase perencanaan masa depan.
Pokok bahasan yang disampaikan meliputi:
1. Urgensi perencanaan keuangan pribadi sejak usiaremaja.
2. Strategi membedakan kebutuhan primer dan keinginan konsumtif.
3. Teknik menyusun anggaran sederhana dari uang saku harian.
4. Pentingnya budaya menabung dan disiplin finansial.
5. Pengenalan produk keuangan syariah sepertitabungan syariah, deposito syariah, dan investasihalal.
6. Pemahaman dasar mengenai larangan riba, gharar, dan transaksi spekulatif.
Dalam pemaparannya, Riski Ibu Mastiah menekankanbahwa keberhasilan finansial tidak semata ditentukanoleh besar kecilnya pendapatan, melainkan oleh kemampuan seseorang dalam mengelola keuangansecara bijak dan konsisten.
“Santri harus mulai membangun kebiasaan finansialyang sehat sejak sekarang. Disiplin menabung, hidupsederhana, dan memahami prinsip syariah akanmenjadi modal penting menuju masa depan yang lebihmandiri,” jelasnya.
Antusiasme Peserta dan Diskusi Dinamis
Kegiatan semakin hidup saat memasuki sesi diskusi. Para santri aktif mengajukan pertanyaan kritis seputarcara mengatur uang saku, memilih tempat menabungyang aman, hingga peluang investasi halal bagipemula.
Salah satu peserta menanyakan strategi menabung di tengah keterbatasan uang saku harian. Menanggapi haltersebut, tim PKM memberikan solusi praktis sepertimetode alokasi dana harian, pencatatan keuangansederhana, serta penetapan target tabungan secara bertahap.
Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya minatsantri terhadap isu pengelolaan keuangan, sekaligusmembuktikan bahwa edukasi finansial menjadikebutuhan penting di lingkungan pendidikanpesantren.
Dampak Nyata bagi Generasi Muda
Kegiatan ini memiliki nilai strategis dalammembentuk generasi muda yang tidak hanya cerdassecara intelektual, tetapi juga matang secara finansialdan berintegritas secara moral. Pemahaman keuangansyariah diharapkan mampu menjadi benteng bagisantri dari maraknya praktik pinjaman online ilegal, investasi bodong, serta budaya konsumtif yang semakin berkembang di era digital. Selain itu, program ini sejalan dengan agenda nasionalyang terus didorong oleh Otoritas Jasa Keuangandalam meningkatkan tingkat inklusi dan literasikeuangan syariah masyarakat Indonesia.
Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian KepadaMasyarakat yang diselenggarakan Universitas Pamulang Kota Serang berlangsung sukses, edukatif, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta. Para santri memperoleh wawasan baru mengenaipentingnya mengelola keuangan secara efektif, produktif, dan sesuai prinsip syariah.
Tim pelaksana berharap program serupa dapat terusdiperluas ke berbagai sekolah, pesantren, dan komunitas lainnya sebagai upaya mencetak generasimuda Indonesia yang unggul, mandiri, serta memilikikecakapan finansial yang berkelanjutan. (susi)









