Demo ke Kemendagri, Upaya Pengaruhi Seleksi BUMD?

BISNISBANTEN.COM — Aksi demonstrasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menyeret nama Gubernur Banten Andra Soni apakah upaya untuk mempengaruhi seleksi Direksi dan Komisaris tiga BUMD milik Pemprov Banten?. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu peserta yang mengikuti seleksi memiliki hubungan keluarga dengan salah satu inisiator aksi demo di Kemendagri.
Berita di sejumlah media online menyebut bahwa situasi politik di Banten memanas bertepatan dengan akhir seleksi Direksi dan Komisaris tiga BUMD Pemprov Banten. Dalam pemberitaan itu juga disebutkan bahwa kejadian tersebut bertepatan dengan seleksi akhir pengisian Direksi dan Komisaris tiga BUMD milik Pemprov Banten, yakni PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM), PT Jamkrida Banten, dan PT Banten Global Development (BGD). Muncul isu negatif bahwa kejadian ini merupakan upaya untuk memperlemah posisi Gubernur Banten dalam menentukan orang-orang yang akan menduduki jabatan Direksi dan Komisaris di tiga BUMD tersebut.
Menanggapi hal itu, Anggota Panitia Seleksi (Pansel), Prof Nata Irawan menegaskan Pansel tak akan terpengaruh dengan isu di luar. “Kami melakukan seleksi sesuai ketentuan,” tegasnya.
Ia mengaku seleksi dilakukan berdasarkan kompetensi para peserta. Selain kompetensi, integritas para peserta juga menjadi penilaian. “Saya pikir Pak Gubernur juga tak akan terpengaruh dengan adanya demo. Kami selaku Pansel akan memberikan hasil seleksi yang terbaik sesuai kompetensi dan integritas peserta,” tandas Nata.
Disinggung bahwa salah satu peserta seleksi Direksi dan Komisaris BUMD tersebut memiliki hubungan keluarga dengan salah satu inisiator aksi demo di kantor Kementerian Dalam Negeri, Nata sama sekali tak mengetahuinya. “Kami melakukan seleksi sesuai ketentuan. Yang pasti, kami tidak terpengaruh,” tegasnya.
Mantan Pj Gubernur Banten ini menegaskan bahwa ia memegang teguh integritas sebagai Pansel. Begitu juga dengan Anggota Pansel lainnya, yakni Prof Suwaib Amiruddin dan Ketua Pansel Deden Apriandhi. Sehingga, hasil seleksi tak bisa dipengaruhi oleh apapun, termasuk aksi demo. “Begitu juga dengan Sekretariat Pansel,” tegasnya.
Nata mengapresiasi langkah Pemprov Banten yang melakukan seleksi untuk pengisian Direksi dan Komisaris BUMD. Menurutnya, hal ini patut dicontoh oleh daerah lain. Dengan adanya seleksi ini, maka pihaknya dapat menjaring orang-orang terpilih untuk ditetapkan Gubernur sebagai Direksi dan Komisaris di tiga BUMD milik Pemprov.
Sementara itu, Ketua Pansel yang juga Sekda Provinsi Banten, Deden Apriandhi menegaskan bahwa seleksi yang dilakukan Pansel tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun. “Yang bisa mempengaruhi hasil seleksi, ya kompetensi para pesertanya,” ujar Deden.









