Banten24

Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Serang Mulai Salurkan Ribuan Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak

BISNISBANTEN.COM – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mulai bersiap siaga menghadapi potensi kekeringan. Sejumlah wilayah di Kota Serang dilaporkan sudah mulai mengalami krisis air bersih akibat belum meratanya jaringan pipa air bersih (PAM) dan kondisi geografis setempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Serang Muhlisin  menyatakan, bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan pendistribusian air bersih ke beberapa titik yang mulai terdampak.

“Di Kota Serang ini potensi kekeringan cukup tinggi karena kita sudah memasuki musim kemarau. Kami sudah mulai melakukan kegiatan penanggulangan, salah satunya distribusi air bersih ke pemukiman warga,” ujar Muhlisin, Rabu (15/07/26).

Hingga saat ini, BPBD Kota Serang telah menyalurkan bantuan air bersih secara bertahap. Sekali pengiriman, armada BPBD memasok sedikitnya 5.000 liter air bersih untuk masing-masing titik.

“Kemarin kita memberikan distribusi air bersih di Kampung Cibomo Kidul, kemudian Cibomo Tengah, Cibening, Cibomo Lor sama Cibomo Kepaksan. Ini yang sudah kita lakukan pendistribusian air bersih,” terangnya.

“Untuk jumlah Kepala Keluarga (KK), kalau yang di Cibomo itu ada 70 KK, kemudian di Cibomo Tengah ada 58 KK, Cibening ada 76 KK, Kemudian Cibomo Lor ada 62 KK, lalu di  Kepaksan ada 85 KK. Ini setiap ngirim kita 5.000 liter. Jadi di Kota Serang ini ada potensi kekeringan atau kekurangan air bersih ya karena sebenarnya kalau bulan-bulan ini belum begitu kering ya,” imbuh Muhlisin.

Menurut Muhlisin, daerah-daerah tersebut mengalami krisis air bersih lantaran belum teraliri jaringan pipa air minum (PAM) dan minimnya Sarana Air Bersih (SAB) yang memadai.

Berdasarkan data pemetaan BPBD Kota Serang dari tahun ke tahun, ada dua kecamatan yang selalu menjadi langganan krisis air bersih paling parah saat musim kemarau yaitu Kecamatan Kasemen, dan Kecamatan Walantaka.

Selain karena faktor kemarau panjang, wilayah-wilayah rawan ini seperti di Kasemen memiliki kendala pada kualitas sumber air tanahnya, dimana air tanah asin atau anta sehingga warga kesulitan membuat sumur bor mandiri karena air tanah yang dihasilkan cenderung asin atau berasa payau (anta), sehingga sama sekali tidak layak digunakan untuk konsumsi sehari-hari.

Saat ditanya mengenai kesiapan armada, Muhlisin mengakui bahwa saat ini BPBD Kota Serang baru mengoperasikan satu unit mobil tangki air. Meski armada internal terbatas, pihaknya menjamin pelayanan kepada masyarakat tidak akan terhambat. (Siska)

bisnisbanten.com