Memahami Risiko Transaksi Aset Kripto, OJK Ingatkan Masyarakat Waspadai Volatilitas hingga Penipuan

BISNISBANTEN.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar memahami berbagai risiko sebelum berinvestasi atau bertransaksi aset kripto. Seiring meningkatnya minat terhadap aset digital, pemahaman terhadap karakteristik dan potensi risikonya menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat tidak mengalami kerugian.
Dalam materi literasi keuangan, OJK menjelaskan sedikitnya enam risiko utama dalam transaksi aset kripto.
Pertama, keputusan impulsif. Kecepatan transaksi yang tinggi dapat mendorong seseorang mengambil keputusan investasi secara emosional tanpa analisis yang matang. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kerugian.
Kedua, pemahaman teknis. Pengelolaan aset kripto membutuhkan pengetahuan mengenai teknologi, mekanisme blockchain, hingga cara menjaga keamanan aset digital. Minimnya pemahaman dapat menyebabkan kesalahan dalam pengelolaan investasi.
Ketiga, volatilitas harga yang tinggi. Nilai aset kripto dapat mengalami kenaikan maupun penurunan secara drastis dalam waktu singkat. Fluktuasi harga yang tajam ini membuat potensi keuntungan besar selalu diiringi dengan risiko kerugian yang sama besarnya.
Keempat, risiko kejahatan siber. Pengguna aset kripto rentan menjadi sasaran peretasan, phishing, pencurian data, maupun berbagai bentuk kejahatan digital lainnya. Karena itu, masyarakat perlu menjaga keamanan akun dan dompet digital yang digunakan.
Kelima, risiko penipuan. OJK mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan, seperti skema pump and dump, investasi bodong berkedok kripto, hingga proyek aset digital yang tidak memiliki dasar yang jelas.
Selain itu, terdapat pula risiko penyalahgunaan oleh jaringan kriminal. Meski proporsinya relatif kecil dibandingkan total transaksi global, aset kripto dapat dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal seperti pencucian uang maupun penipuan investasi.
OJK mengimbau masyarakat untuk selalu berinvestasi melalui platform yang berizin, memahami produk yang dibeli, serta tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Peningkatan literasi keuangan digital menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan teknologi keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.









