Peringati Hardiknas, Disdikbud Kota Serang Luncurkan Gerakan “Gemas Libas” Bentuk Karakter Peduli Lingkungan

BISNISBANTEN.COM — Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang melakukan langkah konkret dalam pembangunan karakter siswa. Melalui inovasi bertajuk Gemas Libas (Gerakan Masyarakat dan Sekolah untuk Lingkungan Indah, Bersih dan Asri), seluruh satuan pendidikan di Kota Serang diinstruksikan untuk terjun langsung membersihkan lingkungan.
Kepala Disdikbud Kota Serang Ahmad Nuri menegaskan, bahwa refleksi Hardiknas tahun ini tidak hanya soal kemampuan kognitif, tetapi juga penguatan kepedulian terhadap lingkungan.
“Hari Pendidikan Nasional memiliki tiga esensi penting yaitu refleksi perjuangan Ki Hajar Dewantara, akselerasi pembelajaran melalui pendekatan deep learning, dan pembangunan karakter. Melalui Gemas Libas, kita ingin membangun student awareness agar siswa peduli terhadap krisis lingkungan dan sampah,” ujar Ahmad Nuri, Sabtu (02/05/26).
Setelah melaksanakan apel peringatan, sekitar 100.000 siswa dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga PKBM di seluruh Kota Serang bergerak keluar lingkungan sekolah. Mereka melakukan aksi bersih-bersih dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer dari titik sekolah.
Nuri menambahkan bahwa gerakan ini selaras dengan visi Presiden Prabowo melalui “Gerakan Asri” dan visi Kota Serang Bersih. “Ini akan berkelanjutan (sustainable), bukan sekadar seremonial. Rencananya akan kita laksanakan rutin sebulan sekali berkolaborasi dengan masyarakat dan RT setempat,” imbuhnya.
Untuk memastikan keberlanjutan program, Disdikbud Kota Serang memperkenalkan Laskar Kebudayaan Sekolah. Tim khusus ini terdiri dari unsur murid (kelas 1-9), guru, dan masyarakat yang akan bertindak sebagai katalis perubahan.
“Kita sudah siapkan rompinya dan nanti akan dibaiat langsung oleh Pak Walikota. Tugas mereka adalah memonitor, membuat jadwal, dan menjadi penggerak kesadaran murid. Jika satu murid sadar untuk mengambil satu sampah saja, bayangkan ribuan sampah yang bisa kita bersihkan setiap hari,” jelas Nuri penuh semangat.
Ketua Tim Penjaminan Mutu BPMP Provinsi Banten Edi Sutanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan ini. Menurutnya, mutu pendidikan harus dibarengi dengan praktik baik di lapangan.
“Ini adalah operasionalisasi pembentukan karakter nasional. Kami sangat mendukung karena gerakan ini mendorong anak-anak mencintai kebersihan hingga mereka dewasa nanti. Kuncinya ada pada pembentukan tim yang mengawal kontinuitas program ini,” kata Edi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMPN 1 Kota Serang Bohari Muslim menyatakan kesiapannya. Ia menyebut bahwa program ini sejalan dengan kegiatan internal sekolah yang bernama Green and Clean (GC).
“Kami sangat mendukung. Di SMPN 1 sendiri sudah ada tim GC yang rutin mengedukasi siswa. Selain kemampuan akademis, aspek afektif dan psikomotorik berupa sikap peduli lingkungan sangat penting agar mereka menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain (*Anfa’uhum Linnas*),” pungkas Bohari.
Dengan adanya kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan akses menuju sekolah di Kota Serang menjadi bersih dan asri, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi para generasi penerus bangsa.(siska)









