Banten24

Jembatan Cikotak Padarincang Bakal Diperbaiki OJK, Ini Tanggapan Zakiyah!

BISNISBANTEN.COM – Jembatan Cikotak di Kampung Cikotak, Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang yang kondisinya rapuh lantaran terbuat dari kayu sehingga membahayakan masyarakat yang melintas akan dibangun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Rencana itu pun disambut baik Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Zakiyah) yang menilai perbaikan jembatan akan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Sekadar diketahui, jembatan Cikotak mempunyai panjang 10 meter dengan lebar 2 meter. Jembatan merupakan akses penghubung dua masyarakat dua desa, yakni Desa Cibojong dan Kadubeureum yang saat ini kondisinya memprihatinkan lantaran terbuat dari kayu. Beberapa bagian tampak mulai rapuh, sehingga dinilai bisa membahayakan warga yang melintas. Atas kondisi itu, jembatan dinilai mendesak untuk segera dibangun.

Rencana perbaikan jembatan pun terungkap pada acara Penyerahan Bantuan Pembangunan Jembatan dari Panitia HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia kepada Kampung Cikotak, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi kepada Kades Cibojong Nopallailudin pada Kamis, 9 April 2026 lalu.

Turut hadir Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Zakiyah), Asda 2 Pemkab Serang Febriyanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang Mochamad Ronny Natadipradja, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang Agus Firdaus, dan perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, serta jajaran pejabat OJK.

“Pertama saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur OJK dan Pasar Modal yang telah memberikan dana CSR-nya untuk pembangunan jembatan yang ada di wilayah kami, khususnya Desa Cibojong,” ucap Zakiyah usai meninjau jembatan bersama jajaran OJK.

Kata Zakiyah, Jembatan Cikotak merupakan akses vital warga yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Kadubeureum dan Desa Cibojong. Oleh karena itu, perbaikan dinilai akan memberikan dampak positif, terutama bermanfaat bagi warga dua desa tersebut yang merupakan aksesibilitas menuju tempat sekolah, layanan kesehatan, serta dinilai akan memperlancar perekonomian karena memudahkan warga membawa hasil bumi masyarakat.

“Jadi, saya yakin setelah Jembatan Cikotak dibangun akan banyak membawa dampak positif terhadap masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan, pembangunan jembatan melalui dana CSR dalam rangka memperingati Hari Pasar Modal Indonesia ke-48. Pihaknya ingin menunjukkan kontribusi nyata dari industri Pasar Modal untuk kebermanfaatan terhadap publik, terutama yang ada di desa-desa dan pedalaman. Alasan dipilihnya Jembatan Cikotak, kata Hasan, lantaran kondisi fisiknya sudah sangat rapuh dan membahayakan bagi warga yang melintas.

“Jembatan ini akan ditingkatkan menjadi jembatan yang jauh lebih permanen melalui pembangunan sarana fisik atau betonisasi,” ungkapnya.

Hasan menargetkan, pembangunan jembatan akan rampung dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, sehingga segera bisa dinikmati warga sebagai penunjang interaksi sosial dan kegiatan ekonomi.

“Pembangunan fisik jembatan ini kita harapkan menghadirkan kemanfaatan dari adanya konektivitas, panjangnya 13 meter, dan lebarnya 2 meter,” pungkasnya. *(Nizar)*

bisnisbanten.com