OJK Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Provinsi Banten

BISNISBANTEN.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal terus memperkuat literasidan inklusi keuangan di sektor Pasar Modal sebagai upaya memperluasbasis investor domestik sekaligus mendorong pemanfaatan Pasar Modal sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah.
Penguatan literasi keuangan juga sangat diperlukan untuk semakinmelindungi masyarakat dari berbagai penipuan termasuk tawaraninvestasi ilegal.
Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi yang hadirdalam acara edukasi keuangan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Kamis.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Serang, Banten pada 8–10 April 2026 yang menjangkau berbagai segmen masyarakat, mulaidari Aparatur Sipil Negara (ASN), komunitas perempuan, hinggamahasiswa.
“Masih ada PR besar kita untuk meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat dan publik kita karena tanpa pemahaman yang memadai tentu rentan kita semua terbujuk iming-iming dan tawaran yang menggiurkan dari penyelenggara investasi yang sebetulnya di belakangnya memiliki motif yang tidak baik atau sering dikenal sebagai investasi ilegal dan investasi bodong,” kata Hasan Fawzi.
Hasan menjelaskan, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan SNLIK 2025 untuk pasar modal menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat hanya sekitar 17,78 persen. Angka ini menandakan masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman berinvestasi yang benar di pasar modal dan rentan terhadap penipuan dan tawaran investasi ilegal.
Melalui edukasi keuangan diharapkan masyarakat termasuk mahasiswasemakin paham dan bisa berinvestasi di pasar modal yang sekarang bisadiakses dengan mudah secara online dan terjangkau.
“Di sisi lain, pasar modal juga menyediakan berbagai peluang investasi menarik yang bisa diakses sekarang dengan mudah oleh siapa saja, termasuk adik-adik mahasiswa, karena sekarang layanan pasar modal itu datang ke ruangan-ruangan kita semua melalui layanan di smartphone kita masing-masing,” kata Hasan.
Hasan dalam kesempatan itu juga mengingatkan masyarakat untukselalu bersikap hati-hati dalam berinvestasi, termasuk memahami profilrisiko dan menghindari perilaku spekulatif.
“Ada potensi volatilitas atau pergerakan harga yang naik turun secaratajam, maraknya penipuan yang bisa jadi di belakangnya seolah-olahinvestasi legal untuk saham dan kripto, kemudian juga ada potensi akun-akun yang dapat disalahgunakan untuk tindak kejahatan sepertipencucian uang, misalnya. Ini tentu harus menjadi perhatian kitasemua,” tambahnya.
Hingga akhir Maret 2026 jumlah investor Pasar Modal Indonesia telahmencapai 24,4 juta investor, dengan 54 persen di antaranya berusia di bawah 30 tahun. Di Provinsi Banten, jumlah investor tercatat mencapai1,2 juta investor dan menempati peringkat lima besar nasional.
Mewakili Gubernur Banten, Asisten Administrasi Umum Setda ProvinsiBanten Rina Dewiyanti menyampaikan bahwa Pasar Modal memilikiperan strategis tidak hanya sebagai sarana investasi, tetapi juga sebagaiinstrumen pembiayaan pembangunan.
“Pasar modal bukan hanya sekedar sarana investasi, tetapi juga merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung pembiayaanpembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah,” ujarRina.
Sementara itu, Rektor Untirta Fatah Sulaiman menyampaikan bahwaedukasi Pasar Modal memiliki peran strategis dalam membentukgenerasi muda yang cakap finansial.
“Pemahaman terhadap pasar modal menjadi sebuah kebutuhan bukanlagi sekedar pilihan.
Banyak hal yang dapat dipelajari nanti oleh para jawara muda Untirta khususnya para mahasiswa yang hadir pada kesempatan pagi ini untuk menjadi individu yang memiliki kecakapanliterasi keuangan, pemahaman strategi pengelolaan keuangan dan investasi yang sangat dibutuhkan di masa datang,” kata Fatah.
SEPMT 2026 di Banten dilaksanakan melalui berbagai kegiatan edukatifyang menjangkau beragam segmen masyarakat, antara lain:
1. Edukasi Pasar Modal kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Banten yang dihadiri oleh 1.000 ASN serta inisiasi pembentukan GaleriInvestasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
2. Edukasi Pasar Modal kepada 500 peserta dari komunitas Perempuan di Provinsi Banten.
3. Kuliah Umum Sultan Ageng Tirtayasa yang dihadiri oleh 2.100 mahasiswa, membahas aset digital, produk dan mekanismeinvestasi Pasar Modal serta perlindungan investor.
4. Sosialisasi Obligasi Daerah kepada TPAKD di Provinsi Banten untuk mendorong pemanfaatan instrumen obligasi/sukuk daerahsebagai alternatif pendanaan pembangunan daerah.









