Rating Turun dan Aduan Menggantung, Aplikasi RAGEM Jadi Sorotan

BISNISBANTEN.COM – Aplikasi RAGEM, yang digadang-gadang sebagai kanal utama aspirasi warga Kota Serang, kini tengah dihujani kritik. Layanan digital milik Pemerintah Kota (Pemkot) Serang ini dinilai belum bekerja maksimal, menyusul rendahnya rating di Google Play Store dan banyaknya keluhan warga terkait lambatnya respons pemerintah.
Berdasarkan pantauan, para pengguna mengeluhkan status pengaduan yang seringkali “stuck” atau tidak kunjung berubah, meski masalah di lapangan sudah dilaporkan dalam waktu yang cukup lama.
Menanggapi gelombang kritik tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Asep Setiawan, menyatakan pihaknya menerima masukan tersebut sebagai bahan evaluasi internal yang krusial.
Menurut Asep, ada tiga faktor utama yang menyebabkan performa aplikasi RAGEM terlihat tidak responsif di mata publik yaitu sebagian besar aduan saat ini diklaim masih dalam tahap penanganan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.
Ditemukan fakta bahwa banyak masalah di lapangan sebenarnya sudah diperbaiki, namun petugas di OPD terkait belum memperbarui (update) status progres pada sistem aplikasi.
Kemudian aspek teknis, dimana rating rendah diakuinya dipengaruhi oleh pengalaman pengguna (user experience) yang belum optimal, baik dari sisi kecepatan aplikasi maupun performa sistem secara keseluruhan.
Tak ingin kepercayaan masyarakat hilang, Diskominfo Kota Serang berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh. Asep menegaskan bahwa kunci utama efektivitas RAGEM bukan hanya pada aplikasi, melainkan pada koordinasi antar instansi.
“Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan, baik dari sisi penyempurnaan sistem aplikasi maupun penguatan koordinasi dengan OPD terkait agar proses tindak lanjut serta pembaruan status dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Asep, Jum’at (13/03/26).
Ke depan, Pemkot Serang akan menerapkan sistem monitoring yang lebih ketat. OPD yang kedapatan lambat dalam merespons aduan akan didorong untuk lebih aktif memberikan pembaruan progres secara transparan.
Dengan langkah ini, aplikasi RAGEM diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas digital, melainkan alat yang benar-benar responsif dan akuntabel dalam menyelesaikan persoalan warga Kota Serang.(siska)









