Bisnis Banten

24/7 Pasar Rau, Pasar yang Tidak Pernah Tidur

BISNISBANTEN.COM – Pasar tradisional terbesar di Kota Serang, Banten, ini sudah sejak lama dikenal masyarakat. Bukan hanya melayani kebutuhan warga Serang dan kecamatan lain di Kota Serang melainkan kabupaten dan kota tetangga.

Sebagai pasar yang tidak hanya menjual pakaian melainkan segala kebutuhan masyarakat, Pasar Induk Rau (PIR) seakan tidak pernah tidur. Dalam 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, aktivitasnya selalu saja bergerak.

Sejak pagi sampai sore hari para pedagang pakaian membuka toko di gedung bertingkat yang dinamai Rau Trade Center (RTC). Gedung ini berisi juga toko mas, mainan, kosmetik, salon, aerobik, aksesoris, sayuran, buah-buahan, makanan, daging, dan banyak lagi. Di area luar gedung, toko-toko elektronik, furniture, kelontongan grosir, juga perlengkapan haji berderet.

Advertisement

Pada malam hari, pedagang sayur dan buah masih berjualan. Bahkan truk-truk dan mobil pikap datang silih berganti membawa muatan sayur dan buah. Lapak-lapak buah berjejer di belakang gedung RTC. Dan ini berlangsung hingga dini hari.

Jika melintasi kawasan ini pada jam kapanpun, tak perlu khawatir melihat tidak ada aktivitas. Karena para pelaku usaha di sini terus saja melakukan rutinitaa menjalankan roda perekonomian.

Pasar Induk Rau (PIR) yang dikelola PT Pesona Banten Persada bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) memiliki luas sekitar 44.292 M2. Sedikitnya terdapat 1.398 kios dan 908 los di sini. Lebih dari 600 pedagang pedagang kaki lima yang mengadu nasib di sini. Ini data Dinas Pengelolaan Pasar (Seksi Pengelolaan dan Pengembangan Pasar) pada 2009. Pada 2021 jumlahnya terus bertambah seiring jumlah penambahan penduduk dan urbanisasi dari propinsi lain.

Advertisement

Sejak diresmikan Presiden Megawati pada 2004 lalu, Pasar Rau tetap mempertahankan desain gedung dan tata letak pedagang. Pasar yang dibangun di atas lahan seluas lima hektare ini memiliki bangunan utama tiga lantai.

Pembangunan gedung yang dilakukan pada 2003 ini setelah Pasar Rau tersebut mengalami kebakaran. Dulu saat awal berdiri, eskalator yang menghubungkan setiap lantai, masih berfungsi. Terdapat juga arena bermain. Di area rooftop terdapat lapangan bulutangkis.

Bangunan RTC diproyeksikan bertahan hingga 50 tahun. Namun sayangnya pada saat ini masih banyak kios d lantai atas yang belum terisi. Meski begitu, Rau tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk mendapatkan segala kebutuhan dengan harga terjangkau. Kapanpun. Tanpa dibatasi waktu. (Hilal)

Tinggalkan Komentar

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.