Hendra Indra Rachman : Gagal Turuti Mimpi Sang Ayah, Jadi Dirut itu Bukan Mimpi Saya

25

BISNISBANTEN.COM — Menjadi Direktur Utama disuatu perusahaan, memanglah bukan mimpi dari Hendra Indra Rachman yang saat ini telah lima tahun menduduki jabatan sebagai Direktur Utama PT Jamkrida Banten.

Hendra, yang lahir di Garut 49 tahun lalu ini, adalah keturunan dari seorang hakim, yang membuatnya mulai menapaki dunia yang hampir sejalan dengan pekerjaan sang ayah.

“Ayah saya itu kekeh agar saya menjadi seorang hakim, sehingga saya juga mau tidak mau memiliki latar belakang pendidikan dibidang hukum,”katanya, Kamis (28/11).

Hendra yang akhirnya menuruti kemauan sang Ayah, selama kurang lebih empat tahun, tercatat sebagai salah satu mahasiswa S1 di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya. Kemudian, karena berkeinginan menjadi seorang legal drafting perbankan, ia mendaftar S2 di jurusan kenotariatan Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung.

“Mungkin saya belum di takdirkan lulus di kenotariatan, karena sebentar lagi saya seharusnya lulus, namun kondisi perbankan di Indonesia sedang jatuh. Nah mulai dari situ saya memilih untuk langsung bekerja saja di dunia perbankan,” kata pria yang berkacamata ini.

Dengan bermodalkan ijazah S1 Fakultas Hukum, dan surat keterangan kenotariatan, ia memberanikan diri melamar pekerjaan di salah satu perbankan BUMN di Jakarta.

“Karena saya enggak ada kenalan untuk melamar sesuai dengan ijazah terakhir saya, akhirnya saya mau tidak mau melamar dengan menggunakan ijazah SMA dan setalah melalui beberapa tes, alhamdulillah saya diterima,” paparnya.

Sebelum menjadi Direktur, awal karir Hendra yang dapat dikatakan belum secemerlang saat ini, Hendra pun pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi bawahan. “Pertama saya bekerja itu saya ditempatkan di Sumedang, menjadi karyawan dengan level terbawah yaitu pembukuan,”kata pria yang selalu terlihat ramah ini.

Meskipun begitu, baginya nasib seseorang dapat berubah, dan setiap orang tidak dilarang untuk bermimpi. “Nah walau saya bekerja mulai dari bawah, saya bilang sama ayah saya kalau saya mau melanjutkan kuliah S2 ekonomi di UNPAD.  Dengan keyakinan itu, di tahun 2009 saya diangkat sebagai Kepala Cabang salah satu bank di Sabang, dan akhirnya di tahun 2013 ada pendaftaran Direktur dan Komisaris PT Jamkrida Banten yang dibuka oleh Pemprov, nah alhamdulillah dari situ saya mulai berkarir di PT Jamkrida Banten,”jelas pria yang memiliki hobi tenis dan membaca ini

Bagi pria yang selalu tidak pernah memiliki jarak dengan semua orang terutama karyawannya ini, menghargai seseorang itulah kunci utama kesuksesan. “Bagaimana saya ini mau di anggap bagus, kalau diri saya saja mengammgap orang tidak bagus. Intinya saya dengan karyawan harus simple, bebaskan apa mimpi mereka, dan tidak ada jarak antara atasan dan karyawan,”ungkap pria yang juga menjadi Ketua Asosiasi Perusahaan Penjaminan Daerah yang melingkupi perusahaan penjaminan daerah Indonesia. (GAG)