Banten24

Zakiyah Sebut Kabupaten Serang Penyumbang Produksi Padi Tertinggi di Banten

BISNISBANTEN.COM – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Zakiyah) menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI Prabowo Subianto melalui video conference, didampingi Gubernur Banten Andra Soni di Kawasan Tasikardi, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (7/1/2026). Zakiyah pun menyebutkan jika produksi padi di Kabupaten Serang surplus atau menjadi penyumbang produksi padi tertinggi untuk swasembada pangan di Provinsi Banten.

Kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI juga dihadiri Sekda Banten Deden Apriandi Hartawan, Unsur Forkopimda Banten dan Kabupaten Serang, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Banten Ameriza M Moesa.

Zakiyah mengaku, mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo bahwa pada 2025 terjadi peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Serang, ada pada angka 22,23 persen untuk angka penambahan panen di Provinsi Banten.

Advertisement

“Bidang Pangan menyebutkan, Kabupaten Serang menjadi salah satu penyumbang produksi padi tertinggi untuk swasembada pangan di Provinsi Banten. Di 2025 produksi padi di Kabupaten Serang mengalami surplus,” klaim Zakiyah.

Mantan Guru Madrasah ini juga berharap, ke depan petani di Kabupaten Serang akan terus meningkatkan produktivitas padinya. Zakiyah optimistis, dengan berbagai dukungan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi akan berdampak produktivitas bidang pangan semakin meningkat. Zakiyah merinci, selama 2025 produktivitas padi di Kabupaten Serang disebutkan mengalami surplus, dari target 556 ribu ton menghasilkan sebanyak 591 ribu ton.

“Surplus alhamdulillah. Jadi, surplus kurang lebih ada 100 ribu ton lebih. Mohon dukungan dari semuanya,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Meski mengalami surplus, Zakiyah memastikan, tidak penambahan lahan pertanian di Kabupaten Serang. Kendati demikian, indeks penanaman (IP) di Kabupaten Serang terus mengalami peningkatan.

“Tidak ada lahan baru. Tapi peningkatan IP yang biasa setahun sekali, sekarang tiga tiga kali tanam, sehingga panennya meningkat,” tandas istri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Teringgal (Mendes PDT) Yandri Susanto ini.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menambahkan, luas panen padi di Provinsi Banten pada 2025 meningkat sebesar 16,76 persen, dimana sebelumnya hanya 299 ribu hektare bertanbah menjadi 349,228 hektare. Kemudian, produksi padi pada 2024 sekira 1,5 juta ton, sementara pada 2025 meningkat menjadi 16,84 persen atau 1,8 persen. Artinya, produksi surplus atau mengalami kenaikan produksi sebanyak 261 ribu ton pada 2025.

“Ini semua bisa terjadi karena program Pak Prabowo salah satunya, terkait menurunkan harga pupuk, kemudian memastikan harga beli gabah dari petani sebesar Rp6.500, sehingga semangat petani juga menanam kembali bangkit,” terang politisi Partai Gerindra ini.

Selain itu, lanjut Andra, adanya perbaikan beberapa saluran irigasi, baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Adapun kontribusi tertinggi daerah untuk produksi pangan di Banten, disebutkan Andra, yakni Pandeglang 30,81 persen, disusul Lebak, dan berikutnya Kabupaten Serang. (Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com