Wajib Tahu! Ini 4 Tips Agar Terhindar dari Utang Konsumtif

BISNISBANTEN.COM – Tidak sedikit orang yang terjebak dalam kecanduan utang konsumtif.
Terutama di era digital saat ini, di mana produk konsumsi bisa didapatkan dengan mudah melalui internet dan akses kredit konsumtif yang semakin terbuka lebar.
Keinginan-keinginan tersier seperti membeli tiket konser yang sangat mahal, gadget versi terbaru, liburan ke luar kota, dan keinginan gaya hidup lainnya seakan semakin mudah didapat.
Direktur PT Insight Investments Management (INSIGHT) Ria M. Warganda mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dengan adanya jebakan utang konsumtif ini. Ia juga memberikan tips agar terhindar dari utang konsumtif.
Berikut caranya:
1. Buat Anggaran Keuangan yang Jelas dan Terencana
“Membuat anggaran keuangan adalah first step yang penting untuk mengatur keuangan, termasuk untuk menghindari utang konsumtif. Dengan membuat anggaran yang jelas dan terencana, kita bisa memantau pemasukan dan pengeluaran, serta mengalokasikan dana sesuai dengan kebutuhan dan prioritas,” kata Ria.
2. Gunakan Kartu Kredit dan Fitur Paylater dengan Bijak
Tips kedua menurut Ria adalah menggunakan kartu kredit dan fitur paylater dengan lebih bijak. Menurutnya, di satu sisi kartu kredit maupun fitur paylater tentu memudahkan kita untuk melakukan transaksi, tapi juga berpotensi membawa kita dalam jebakan utang konsumtif.
3. Jangan Tergoda dengan Promosi dan Diskon
“Dengan semakin banyaknya platform belanja online, aktivitas promosi dan diskon tentunya semakin beragam dan dibungkus lebih menarik. Ini bisa menjadi jebakan tersendiri bagi kita selaku konsumen untuk membeli barang yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan,” jelas Ria.
Ria mengingatkan, promosi atau diskon tidak selalu menguntungkan. Baiknya, jangan mudah tergoda dengan diskon yang besar tanpa mempertimbangkan kualitas dan kebutuhan barang tersebut.
4. Lebih Baik, Simpan Uang dengan Berinvestasi
Saat ini banyak orang yang lebih memilih membeli sesuatu hanya sebatas karena takut ketinggalan tren atau yang sering disebut Fear of Missing Out (FOMO). Misalnya membeli gadget versi terbaru ataupun rela membeli tiket konser yang harganya tidak murah hanya karena mengikuti arus tren, terutama di media sosial.
“Sebenarnya tidak ada yang salah dengan self reward. Anak muda sekarang tentu lebih aware dengan hal semacam ini. Tapi pastikan jangan berlebihan sampai-sampai bisa membebani keuangan. Apalagi sampai rela memilih jalan pinjaman online dengan bunga selangit untuk memenuhinya,” ujarnya.
Menurut Ria dibanding mengeluarkan uang untuk keperluan yang tidak begitu dibutuhkan, atau hanya sebatas keinginan, akan lebih bijak dan baik uang tersebut dianggarkan untuk investasi. (Dhori)









