KeuanganPerbankanRegulasi

Upaya OJK Jaga Kestabilitas Sistem Keuangan

 

BISNISBANTE.COM – OJK memandang kebutuhan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan menjadi semakin penting di tengah situasi perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat.

Untuk itu, diperlukan kebijakan dan perangkat regulasi yang komprehensif serta perilaku pelaku industri keuangan yang lebih terukur dalam mengambil risiko, agar sistem keuangan dan perekonomian tetap resilient dalam mengantisipasi gejolak yang dapat muncul sewaktu-waktu. Untuk merealisasikannya, diperlukan pemahaman yang holistic mengenai kondisi lingkungan yang sedang terjadi, potensi risiko yang berkembang, serta kebutuhan dari industri keuangan.

Advertisement

“Kesiapan menghadapi krisis bukanlah proses sekali waktu, melainkan perjalanan yang tidak akan pernah berakhir,” kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto saat membuka seminar internasional OJK-ADB “Navigating Financial Stability in an Evolving Global Economic System” di Bali, beberapa waktu lalu.

Menurut Rahmat, satu dasawarsa sejak berawalnya krisis keuangan global, banyak perkembangan dalam sistem perekonomian dan keuangan dunia yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Beragam inisiatif ditempuh untuk menanggulangi dampak krisis serta memperkuat sistem keuangan global. Antara lain program stimulus di berbagai negara yang ditujukan untuk mendorong kegiatan ekonomi. Selain itu, program reformasi sistem keuangan global secara masif yang dipelopori oleh negara-negara anggota G20.

“Penguatan struktur sistem keuangan mengerucut pada aspek stabilitas sistem keuangan, diyakini akan menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih kokoh dan langgeng,” katanya.

Menurutnya, berbagai upaya tersebut turut membantu upaya pemulihan ekonomi global yang tengah berlangsung. Namun, situasi ketidakpastian masih menyelimuti perekonomian dunia dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, terdapat dinamika yang menambah ketidakpastian tersebut, seperti menguatnya semangat proteksionisme, harga komoditas yang masih mengalami tekanan, serta meningkatnya tensi geopolitik di berbagai belahan dunia. “Faktor-faktor risiko ini turut memberikan tekanan terhadap stabilitas sistem keuangan, dan pada gilirannya berpotensi mengganggu proses pemulihan,” katanya.

Advertisement

Selain itu, sektor keuangan juga dihadapkan pada semakin maraknya pemanfaatan kemajuan teknologi dalam masyarakat. Penerapan teknologi di sektor keuangan ini akan mengubah pola transaksi ke depan.

Di satu sisi, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan manfaat melalui peningkatan efisiensi serta perluasan cakupan layanan keuangan. Di sisi lain, perkembangan ini perlu diantisipasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan kerentanan yang tidak diharapkan. (faiha/)

 

Advertisement

Setiawan Chogah

Menulis tentang teknologi dan keuangan. Sehari-hari berkarya di dezainin.com sebagai konsultan komunikasi digital.
bisnisbanten.com