TPID Kabupaten Serang Evaluasi Kinerja, Antisipasi Laju Inflasi di 2025, Khawatir Daya Beli Turun

BISNISBANTEN.COM- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Serang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Triwulan I di Aula Brigjend KH Syam’un Pemkab Serang, kemarin. Rakor bertujuan untuk mengevaluasi kinerja TPID dan berupaya menahan laju inflasi di 2025.
Rakor dibuka Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Pemkab Serang Rudy Suhartanto. Turut hadir Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang Tutty Amalia, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Pemkab Serang Febrian Revira, dan perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Serang.
”Rapat koordinasi ini kita evaluasi, sudah sampai mana kinerja TPID Kabupaten Serang tahun 2024 untuk menekan inflasi daerah,” terang Rudy kepada awak media usai Rakor.
Meskipun inflasi daerah Kabupaten Serang masih bergabung dengan Kota Serang, kata Rudy, untuk ukurannya belum bisa dipisahkan secara kewilayahan dengan sebaran kegiatannya. Kendati demikian, setidaknya TPID Kabupaten Serang mengetahui persoalan pada tahun sebelumnya. Lantaran itu, pihaknya berencana membuat program dan melaksanakan kegiatan mengantisipasi laju inflasi di 2025 agar tidak melampaui target Pemprov Banten atau Pemerintah Pusat. Biasanya, disebutkan Rudy, inflasi Kabupaten Serang selalu di bawah level provinsi dan pusat. Akan tetapi, pihaknya ingin lebih signifikan untuk memengaruhi agar tidak terlampau pemberatan kepada masyarakat.
”Karena yang kita khawatirkan daya belinya semakin menurun,” tukasnya.
Diungkapkan Rudy, saat ini ada persoalan harga upah regional di Kabupaten Serang semakin naik. Dampaknya, banyak perusahaan di kawasan industri Kabupaten Serang memilih pindah tempat.
”Kalau ada karyawan atau pegawai-pegawainya warga Kabupaten Serang yang kerja di situ (industri di Kawasan-red), berarti sekarang mereka nganggur. Kalau nganggur, berarti daya belinya menurun, khawatir nanti inflasi akan naik,” terangnya.
Oleh karena itu, Rudy menegaskan, pihaknya akan terus mencoba menyeimbangkan antara kebutuhan masyarakat apa maupun kemampuan masyarakat untuk membelinya seperti apa, sehingga yang diupayakan secara umum di makronya inflasi akan turun.
”Ini saya minta teman-teman dari para kepala dinas dan stafnya agar mengevaluasi sudah sampai mana upaya kita untuk menekan laju inflasi daerah,” tegasnya. (Nizar)









