Banten24

TPAKD Kabupaten Serang Tetapkan Pleno Program 2024, Fokus Peningkatan Inklusi Keuangan

BISNISBANTEN.COM – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Serang menggelar Rapat Pembahasan Draft Akhir Penetapan Pleno Program Tahun 2024 di Aula Brigjend KH Syam’un Pemkab Serang, Selasa (2/7/2024). Penetapan program kerja 2024, TPAKD fokus pada peningkatan inklusi keuangan.

Rapat dibuka oleh Staf Ahli Bupati Serang Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Zaldi Dhuhana. Turut hadir perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan DKI Jakarta dan Banten, Perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang, perwakilan perbankan, OPD terkait, dan Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA pada Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Serang Febrian Ripera.

“Program kerja yang ditetapkan fokus pada peningkatan inklusi keuangan di Desa Keuangan Inklusif, Pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), program Satu Rekening Satu Pelajar atau Kejar, serta peningkatan komunikasi dan publikasi,” ungkap Febrian.

Advertisement

Kata pejabat yang akrab disapa Febri itu mengatakan, penetapan pleno program 2024 lebih kepada penajaman program kerja.

“Jadi, rapat sebelumnya masih gambaran atau isu-isu dan permasalahan yang kita ambil dari OPD-OPD,” terangnya.

Dijelaskan Febrian, program desa keuangan inklusif merupakan program peningkatan dan pengembangan literasi keuangan, seperti di Desa Wisata Kacida Cibuntu Padarincang yang akan dirangkaikan kegiatan inklusif dan literasi keuangan. Target program tersebut, yakni pembukaan tabungan masyarakat, pelajar, dan mahasiswa sebanyak 500 orang atau rekening. Selain itu, sambung Febri, melakukan sosialisasi dan fasilitasi akusisi produk keuangan, yakni kredit/KUR, tabungan, dana pensiun dan lakupandai, waspada LJK Ilegal, asuransi, dan digitalisasi keuangan BUMDes.

Kemudian, lanjut Febri, program pemberdayaan UMKM yang merupakan program fasilitasi permodalan UMKM, dengan rangkaian kegiatan business matching UMKM.

“Satu kali dilakukan penyelenggaraan pelatihan UMKM dan fasilitasi pengajuan kredit, TOT pendamping UMKM, budidaya ikan, dan rumput laut, serta fasilitas pengajuan kredit khusus UMKM disabilitas,” ujar mantan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemkab Serang ini.

Untuk program Kejar, dijelaskan Febri, merupakan program pembukaan tabungan pelajar tingkat SD dan SMP, dengan mengedukasi pelajar, pembuatan SK Kejar, dan pembukaan Rekening Simpanan Pelajar yang akan dilaksanakan dua kali kegiatan di tingkat SD dan dua kali kegiatan di tingkat SMP. Untuk merealisasikannya, menurut Febri, perlu ada SK dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud). Setelah itu, dilakukan pembukaan rekening massal di lima SD dan lima SMP. Terakhir, tambah Febri, yakni program peningkatan komunikasi dan publikasi untuk mengedukasi melalui media sosial, di antaranya melalui broadcast, siaran radio, dan sosial media lainnya seperti Facebook, Instagram, Tiktok.

“Itu dilakukan dua kali kegiatan Broadcast, berkelanjutan di media sosial dan dua kali siaran radio,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Serang Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Zaldi Dhuhana menambahkan, dibentuknya TPAKD untuk membuat program strategis yang bisa meningkatkan indeks inklusi keuangan. Artinya, akses kepada perbankan dengan memanfaatkan teknologi, infrastruktur ataupun fasilitas perbankan.

“Sehingga, secara kelembagaan mereka bisa mengakses keuangan,” terangnya.(Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com