Banten24

Tingkatkan Indeks Literasi Masyarakat, DPKD Terapkan Program TPBIS

BISNISBANTENCOM – Dalam rangka meningkatkan indeks literasi masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Serang (DPKD) Kabupaten Serang menerapkan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Selasa (30/8/2022), program TPBIS disosialisasikan oleh jajaran DPKD Kabupaten Serang di dua desa Kecamatan Ciruas, yakni Desa Kepandean dan Desa Pamong. Acara dipimpin langsung Kepala DPKD Kabupaten Serang Aber Nurhadi. Turut hadir Kepala Desa (Kades) Kepandean Arip Rosidi dan Kades Pamong Ajiji. Acara diikuti masyarakat dari dua desa tersebut.

Ditemui bisnisbanten.com usai sosialisasi, Aber mengatakan, program TPBIS bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan indeks literasi masyarakat. Menurut Aber, diperlukan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Pemerintah Desa untuk menerapkan program tersebut, yakni dengan melakukan pembinaan langsung agar perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Advertisement

“Kita ingin mengubah mindset (pola pikir) masyarakat tentang perpustakaan yang selama ini identik dengan taman bacaan. Padahal, di situ (perpustakaan-Red) tempat belajar mengajar yang efektif untuk semua kalangan,” terang mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang ini.

Aber berharap, ke depan semua desa di Kabupaten Serang bisa menyediakan sedikit ruangan untuk dijadikan perpustakaan yang dinilai dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan wawasan, serta kreativitas masyarakat. Selain itu, lanjut Aber, keberadaan perpustakaan juga bertujuan untuk mengurangi kemiskinan informasi. Aber pun berpesan agar perpustakaan dapat difungsikan sebagai layanan yang sesuai kemajuan teknologi dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Membaca adalah jendela dunia, segala sesuatunya berawal dari membaca,” ucap pejabat berkumis tebal ini.

Sementara itu, Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Pemerintah Desa Kepandean Hamdan menyambut baik program yang diterapkan DPKD. Dengan tersedianya ruang baca, diharapkan Hamdan, dapat menjadi wahana belajar masyarakat didesanya.

Menurut Hamdan, membaca merupakan cara belajar paling efektif dan mudah dilaksanakan.

“Dan gratis, tinggal kita tingkatkan minat baca warganya,” ujarnya.

Hamdan meminta, masyarakat didesanya tidak sungkan untuk berkunjung ke Perpustakaan Desa (Perpusdes), dimana ilmu yang didapat nantinya bisa dipraktekkan langsung di lingkungan masing-masing.

“Sekarang ini kita bisa memanfaatkan kearifan lokal kita itu sangat banyak dan murah,” pungkasnya. (dik/Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com