Banten24

Seperti Ini Fakta-fakta Pendidikan Politik di Banten

BISNISBANTEN.COM – Pendidikan politik masih belum efektif di tengah-tengah masyarakat Provinsi Banten. Salah satu tokoh pendidikan politik di Banten, Arif Kirdiat menjelaskan akan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan perihal Pemilu. Menurutnya, masyarakat kampung di Banten menganggap Pemilu itu salah satu wahana hiburan yang menarik. Sedangkan orang kota kebanyakan bersikap acuh terhadap Pemilu.

“Ini fakta. Esensi demokrasi jangan sampai hilang dalam penyelenggaraan Pemilu. Ini yang harus kita carikan solusi bersama agar demokrasi tetap terjaga, dalam penyelenggaraan Pemilu dengan memanfaatkan peran media informasi yang perkembangannya sangat cepat,” ujar Arif Kardiat saat acara Seminar Nasional Pendidikan Politik Menjelang Pesta Demokrasi Indonesia, di  Auditorium Gedung B Untirta, Selasa (15/5).

Menanggapi pernyataan Arif Kardiat, Komisioner KPU Provinsi Banten, Dra. Hj. Enan Nadia menyampaikan, masyarakat Banten harus mengetahui dengan jelas terkait Pemilu serentak, yang tahun depan akan dilaksanakan. Menurutnya, pendidikan politik harus terus disosialisasikan untuk masyarakat Banten. “Berkaitan dengan tahun politik 2019, ada persoalan baru karena Pemilu 2019 akan berbeda dengan Pemilu sebelumnya, karena dilakukan sistem paket, paket pemilihan Legislatif dan Presiden,” ujar Enan Nadia.

Advertisement

Dirinya juga menjelaskan, terkait budaya politik yang berkaitan dengan partisipasi pemilih. “KPU dalam upaya memberikan pendidikan politik sebagai sarana meningkatkan partisipasi pemilih secara masif telah menyediakan rumah pintar Pemilu, website dan sosial media,” ujarnya

Sementara itu, Leo Agustino mewakili kalangan akademisi menyampaikan, bahwa di dalam pendidikan politik itu yang penting adalah membangun persepsi. “Persepsi seseorang itu bisa mengaburkan fakta. Persepsi bisa dibangun dengan menggunakan berbagai media. Siapa yang melakukan pendidikan politik yaitu Negara (Pemda, Lembaga Negara, dan lain-lain) dan non Negara (partai, media, masyarakat sipil, dll),” pungkasnya. (AHR/NUA)

Advertisement
LANJUT BACA