PerbankanBanten24

Gubernur Banten: Bank Banten Representasi Sejarah dan Masa Depan Perekonomian Daerah

BISNISBANTEN.COM — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Bank Banten bukan sekadar lembaga keuangan milik daerah, melainkan simbol perjuangan, kemandirian, dan harapan masyarakat Banten dalam membangun perekonomian daerah.

Dalam peringatan HUT ke-10 Bank Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Gubernur mengawali sambutannya dengan mengingatkan sejarah perjuangan bangsa saat agresi militer Belanda. Ia menuturkan bahwa ketika para pemimpin Republik Indonesia ditahan Belanda, putra terbaik asal Banten, Mr. Sjafruddin Prawiranegara, mendapat mandat memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Menurutnya, dalam situasi perang tersebut, Sjafruddin Prawiranegara menjalankan pemerintahan secara bergerilya dari hutan ke hutan untuk memastikan eksistensi Republik Indonesia tetap diakui dunia internasional. Salah satu kebijakan penting yang diambil saat itu adalah menjaga roda perekonomian daerah melalui penerbitan mata uang daerah.

“Provinsi Banten saat itu mengeluarkan ORIDA (Oeang Republik Indonesia Daerah) Banten yang dicetak menggunakan mesin seberat sekitar 1,5 ton. Kini mesin cetak uang tersebut menjadi simbol sejarah yang ditempatkan di lobi utama Bank Banten,” ujarnya.

Gubernur mengatakan semangat perjuangan tersebut menjadi inspirasi dalam membangun Bank Banten. Ia mengakui perjalanan bank daerah itu tidak mudah sejak berdiri pada 2016. Berbagai tantangan sempat dihadapi, termasuk persoalan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada 2019–2020 yang mengharuskan pemerintah daerah bersama DPRD bergerak cepat menyusun regulasi penyelamatan Bank Banten.

“Alhamdulillah, sejak 2023 Bank Banten telah membukukan laba. Dengan bimbingan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Banten terus berkembang dan tetap eksis hingga saat ini,” katanya.

Ia juga mengapresiasi DPRD Provinsi Banten yang telah melahirkan peraturan daerah sehingga Bank Banten kini resmi menjadi Bank Pembangunan Daerah Provinsi Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan capaian ekonomi Banten yang terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan II, realisasi investasi Banten berada di posisi lima besar nasional, sementara pada 2025 sempat berada di peringkat keempat.

Selain itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten kini menempati peringkat keenam nasional dengan nilai yang mendekati Rp1.000 triliun. Ia optimistis dalam waktu dekat Banten akan bergabung dengan jajaran provinsi yang memiliki PDRB di atas Rp1.000 triliun.

“Memiliki Bank Pembangunan Daerah sendiri merupakan sebuah keharusan agar pembangunan di Banten semakin mandiri dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Kepercayaan pemerintah daerah terhadap Bank Banten juga terus meningkat. Gubernur menyebut Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, serta Kota Serang telah mempercayakan pengelolaan RKUD kepada Bank Banten. Ia optimistis kabupaten dan kota lainnya akan segera menyusul.

Dengan bertambahnya kepercayaan tersebut, Bank Banten diyakini akan memiliki aset yang semakin besar dan mampu menjadi salah satu bank pembangunan daerah terkemuka di Indonesia.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Banten untuk memiliki rekening di Bank Banten sebagai bentuk dukungan terhadap bank milik daerah. Pemerintah Provinsi Banten pun telah mewajibkan penggunaan rekening Bank Banten dalam berbagai aktivitas pemerintahan.

Menurutnya, bergabungnya Bank Banten dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim akan mempercepat penguatan layanan digital dan meningkatkan daya saing bank tersebut.

Di sisi lain, ia meminta manajemen Bank Banten terus melakukan efisiensi tanpa menghambat langkah pengembangan usaha. Ia berharap logo Bank Banten semakin hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat sebagai simbol kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Menutup sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Bank Banten merupakan representasi sejarah panjang kejayaan Banten sejak era Kesultanan Banten yang dikenal sebagai pusat perdagangan internasional.

“Bank Banten bukan milik kepala daerah atau DPRD, tetapi milik seluruh masyarakat Banten. Kepemimpinan boleh berganti, tetapi harapan untuk membangun masa depan Banten harus terus diperjuangkan,” pungkasnya.

bisnisbanten.com