Gadget

Sejak Kapan Smartwatch Kembali Hits? Ini Perjalanan Popularitasnya

BISNISBANTEN.COM — Smartwatch atau jam tangan pintar kini menjadi salah satu aksesori teknologi yang banyak digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Selain berfungsi sebagai penunjuk waktu, perangkat ini menawarkan berbagai fitur, mulai dari menerima notifikasi ponsel hingga memantau kesehatan dan aktivitas olahraga. Popularitasnya pun terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat yang praktis.

Jika ditelusuri, smartwatch mulai kembali mendapat perhatian luas sejak 2015, ketika Apple Watch resmi dipasarkan. Meski perangkat sejenis sudah hadir jauh sebelumnya, kehadiran Apple Watch menjadi salah satu titik penting yang mendorong jam tangan pintar memasuki pasar arus utama. Menurut catatan sejarah industri, penjualan smartwatch global meningkat dari sekitar 4,2 juta unit pada 2014 menjadi 19,4 juta unit pada 2015.

Sebelum periode tersebut, berbagai perusahaan teknologi sebenarnya telah mencoba menghadirkan jam tangan dengan kemampuan digital. Pada 2012, Pebble memperkenalkan smartwatch melalui kampanye penggalangan dana, kemudian produknya mulai dipasarkan pada 2013. Pada periode yang sama, sejumlah merek seperti Samsung dan Sony juga mulai mengembangkan perangkat serupa. Namun, saat itu smartwatch belum sepenuhnya menjadi aksesori yang digunakan secara luas oleh masyarakat.

Advertisement

Popularitas smartwatch semakin berkembang ketika produsen menghadirkan fitur yang lebih beragam. Perangkat ini tidak lagi sekadar menampilkan waktu atau notifikasi, tetapi juga dilengkapi pemantauan detak jantung, penghitung langkah, GPS, hingga fitur kebugaran. Perkembangan tersebut membuat smartwatch semakin menarik bagi pengguna yang ingin memantau aktivitas tanpa harus selalu membuka ponsel.

Tren penggunaan smartwatch juga semakin terlihat pada 2020 hingga 2021. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan kebugaran, perangkat wearable menjadi pilihan bagi sebagian orang untuk memantau aktivitas fisik dan pola hidup. Data Kantar menunjukkan bahwa kepemilikan smartwatch di Amerika Serikat meningkat dari 11,6 persen pada kuartal III 2020 menjadi 15 persen pada periode yang sama pada 2021.

Memasuki tahun-tahun berikutnya, smartwatch semakin berkembang dari sisi desain maupun kemampuan. Produsen menawarkan beragam model, mulai dari desain minimalis yang cocok untuk kegiatan sehari-hari hingga jam tangan khusus olahraga dengan fitur pemantauan aktivitas yang lebih lengkap. Pilihan harga yang semakin bervariasi juga membuat perangkat ini dapat dijangkau oleh lebih banyak kalangan.

Popularitas smartwatch tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga gaya hidup. Bentuknya yang menyerupai jam tangan biasa membuat perangkat ini mudah dipadukan dengan pakaian kerja maupun busana kasual. Sebagian pengguna juga menjadikannya aksesori penunjang penampilan, sementara pengguna lainnya lebih mengutamakan fitur kesehatan, olahraga, dan kemudahan menerima informasi.

(Sarah)

bisnisbanten.com