Banten24

Rencana Relokasi SMPN 4 Kota Serang, Alumni: Banyak ‘Core Memory’ di Sana!

BISNISBANTEN.COM Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Serang merelokasi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Serang memicu gelombang penolakan dari para alumninya.

Kebijakan alih fungsi kawasan tersebut dinilai tidak berdasar serta mengabaikan aspek sejarah dan ikatan emosional yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Alumni SMPN 4 Kota Serang angkatan 2000, Dikro Angga Sumarna, menyayangkan keputusan yang diambil oleh Pemkot Serang. Menurutnya, sekolah yang telah berdiri selama 60 tahun tersebut menyimpan nilai historis mendalam bagi ribuan orang.

Advertisement

“Bayangkan berapa banyak alumninya, seberapa dalam memori orang-orang terhadap tempat itu. Bayangin, mungkin di sana itu banyak core memori manusia terjadi. Pertama kali jatuh cinta, kenakalan anak muda, kegagalan, kesuksesan. Ini bukan lagi sekadar cuma sekolah. Ini memori awal kami mengenal banyak hal,” ujar Dikro, dikutip Senin (31/08/26).

Dikro menilai alasan Pemkot Serang yang menyebut lingkungan sekitar sekolah sudah tidak kondusif untuk kegiatan belajar-mengajar terkesan dipaksakan. Ia mengaitkan hal ini dengan dinamika kawasan Pasar Lama dan Royal yang sudah melewati berbagai era.

“Jaman keemasan Royal ya tahun 90-an. Jauh lebih ramai dari saat ini. Roberta, Borobudur, Liberty itu jadi pusat gaul anak-anak pada jamannya. Waktu itu Royal bener-bener rame 24 jam tujuh hari, enggak kayak sekarang yang ramenya cuma malam minggu doang,” lanjutnya.

Tak hanya faktor ikatan emosional dan sejarah kawasan, ia juga menekankan bahwa SMPN 4 Kota Serang memiliki keunggulan fasilitas fisik yang belum tentu dimiliki oleh sekolah lain di Kota Serang.

“Cari sekolah di Kota Serang yang punya aula kayak di SMP 4, itu enggak akan ketemu,” tegas Dikro.

Penolakan serupa bergema di media sosial. Salah satu alumni dengan akun Instagram @emasvna menyampaikan keberatannya di kolom komentar unggahan kabar banten. Ia menyoroti nilai sejarah bangunan yang dinilai sudah ada sejak masa lampau.

“Sebagai alumni SMPN 4 Kota Serang sangat-sangat enggak setuju jika direlokasi ke tempat lain. Itu bangunan tua dari zaman penjajahan,” tulis akun @emasvna.

Ia mendesak Pemkot Serang untuk mencari alternatif lokasi lain jika membutuhkan lahan pengembangan, tanpa harus mengorbankan sarana pendidikan yang sudah berdiri puluhan tahun.

“Enggak harus sekolah yang jadi korban hanya demi bisnis pemerintahan kota kan? Masih banyak bangunan di situ yang bisa dijadikan lahan parkir. Jangan usik tempat mencari ilmu masa depan anak bangsa hanya demi keuntungan semata,” tambahnya.

Ia juga menyayangkan kebijakan perombakan ini yang baru muncul di era kepemimpinan saat ini. “Sudah puluhan tahun lamanya sekolah kami itu enggak pernah di usik-usik mau ganti pimpinan daerah berapa kali pun,” pungkasnya dalam unggahan tersebut.

Para alumni berharap Pemkot Serang mendengarkan aspirasi masyarakat dan mengkaji ulang rencana relokasi SMPN 4 Kota Serang. (Siska)

bisnisbanten.com