Banten24

Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Ini Pesan Bupati Serang Ratu Zakiyah!

BISNISBANTEN.COM- Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Zakiyah) memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-80 tingkat Kabupaten Serang di Lapangan Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah 14 Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Sabtu (3/1/2026). Meski diguyur hujan deras, tak menghentikan momen sakral yang digelar rutin tahunan setiap 3 Januari tersebut.

Upacara juga diikuti Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Serang Uesul Qurni, Tokoh Masyarakat Embay Mulya Syarif, dan ratusan pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Serang.

Dalam amanatnya, Zakiyah mengatakan, peringati HAB ke-80 Kemenag yang mengusung tema ‘Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju’ itu menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan. Menurut Zakiyah, kerukunan merupakan sinergi produktif, dimana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa. Zakiyah pun mengajak Kemenag Kabupaten Serang terus menjaga moral anak-anak didik di Kabupaten Serang.

Advertisement

“Jika moral anak-anak sudah terjaga, maka akhlaqul karimahnya baik juga,” ujarnya.

Ke depan, Zakiyah optimistis, bisa mewujudkan Indonesia yang diinginkan, yakni generasi emas, mempunyai generasi Akhlaqul Karimah, dimana itu yang harus didapatkan dari para generasi muda. Zakiyah juga mengajak Kemenag Kabupaten Serang bersama-sama terus meningkatkan sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk mewujudkan apa yang diinginkan atau diharapkan.

“Semangat terus untuk Kemenag dalam rangka menyusun pondasi nilai-nilai keagamaan di masyarakat kita, khususnya Kabupaten Serang” serunya.

Zakiyah juga membacakan sambutan Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar yang mengayakan bahwa saat ini umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Pada era VUCA—Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity saat ini, dimana terjadi perubahan yang cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Sehingga, masyarakat diimbau agar tidak sekadar menjadi penonton, melainkan harus memiliki kedaulatan AI.

“Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kemenag harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan,” pesan Menag yang dibacakan Zakiyah.

Untuk mewujudkan visi besar tersebut, lanjutnya, setiap ASN Kementerian Agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang ‘Agile’, lincah, dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas.

”Dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” tutupnya. (Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com