PHRI Kabupaten Serang Prediksi Kunjungan ke Wisata Anyer-Cinangka di Libur Lebaran Meningkat

BISNISBANTEN.COM – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang memprediksi kunjungan wisatawan ke objek wisata Anyar-Cinangka, Kabupaten Serang meningkat, mulai dari libur Idul Fitri mendatang hingga akhir tahun.
Demikian diungkapkan Ketua PHRI Kabupaten Serang Yurlena Rahman saat ditemui awak media di Hotel Pesona Krakatau, Sabtu (7/3/2926). General Manager Hotel Pesona Krakatau itu pun mengatakan, berdasarkan informasi dari para pelaku hotel yang tergabung PHRI, tren kunjungan wisatawan pada awal 2026 menunjukkan kondisi cukup positif. Bahkan, sempat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Khususnya Januari, kondisinya cukup baik. Tapi, memasuki Maret, bertepatan dengan bulan puasa, sudah biasa terjadi penurunan. Itu sudah tren setiap tahun,” terangnya.
Meski demikian, Yurlena optimistis, jumlah kunjungan wisatawan meningkat memasuki masa libur Idul Fitri mendatang hingga akhir tahun. Kata Yurlena, periode pasca-Lebaran biasanya menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata, khususnya di kawasan wisata pantai. Kendati demikian, Yurlena tidak menyangkal, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait persepsi negatif terhadap kawasan wisata pantai, dimana Pantai Anyer kerap diterpa isu kurang baik menjelang musim liburan, seperti kekhawatiran terhadap gelombang tinggi atau potensi bencana alam seperti gelombang tinggi atau tsunami.
“Padahal, kejadian itu tidak terjadi setiap saat, tapi pemberitaan yang terus diulang memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung,” tukasnya.
Selain faktor isu, lanjut Yurlena, kondisi ekonomi juga diperkirakan menjadi tantangan bagi sektor pariwisata tahun ini. Yurlena menilai, menurunnya daya beli masyarakat berdampak pada keputusan masyarakat untuk berlibur. Meski demikian, Yurlena meyakini, kebutuhan masyarakat terhadap wisata tidak akan pernah hilang. Setelah menjalani rutinitas kerja yang padat, menurut Yurlena, masyarakat tetap membutuhkan waktu untuk berlibur dan menyegarkan pikiran.
“Bagaimanapun orang tetap membutuhkan hiburan dan wisata. Setelah rutinitas kerja dari Senin sampai Sabtu, bahkan lebih, mereka pasti butuh tempat untuk refreshing,” ujarnya.
Yurlena berharap, pemerintah memberikan dukungan terhadap sektor perhotelan dan pariwisata yang menjadi bagian penting dalam perekonomian daerah. Menurutnya, investasi di sektor hotel dan pariwisata cukup besar, serta mampu menyerap banyak tenaga kerja.
PHRI Kabupaten Serang juga, tambah Yurlena, terus mendorong kolaborasi antara pelaku usaha hotel, pengelola destinasi wisata, dan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi pariwisata di kawasan Anyer. Saat ini, sejumlah objek wisata baru mulai bermunculan di beberapa wilayah yang diharapkan dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan.
“Kami melihat sekarang mulai muncul objek wisata baru. Ini tentu bagus, karena wisatawan yang tadinya hanya menginap satu malam bisa tinggal lebih lama dan mengunjungi beberapa tempat wisata sekaligus,” ujarnya.
Meski fasilitas wisata di wilayah Anyar-Cinangka dinilai cukup lengkap, menurut Yurlena, kawasan pantai masih membutuhkan pengembangan sektor wisata kuliner dan pusat belanja. Kehadiran kawasan kuliner modern maupun brand makanan populer dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
“Makanan sebenarnya sudah banyak, tapi wisatawan biasanya juga punya selera tertentu, seperti brand kopi atau makanan tertentu. Harapannya, nanti ada kawasan wisata kuliner atau pusat belanja yang lebih berkembang,” harapnya.
Yurlena pun memprediksi, puncak kunjungan wisatawan biasanya terjadi pasca hari raya. Berdasarkan pengalaman selama ini, lonjakan wisatawan mulai terasa sejak H+3 Lebaran.
Untuk hari pertama dan kedua Lebaran, menurut Yurlena, masyarakat umumnya masih fokus bersilaturahmi dengan keluarga, sementara kegiatan wisata baru dilakukan beberapa hari setelahnya. Yurlena pun berharap, pemerintah daerah terus meningkatkan infrastruktur di kawasan wisata, seperti perbaikan jalan, penerangan, serta pengaturan lalu lintas saat musim liburan.
Ia menekankan, pentingnya pengelolaan informasi kepada publik agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan bagi wisatawan.
“Kami berharap jika ada pengaturan lalu lintas seperti buka tutup jalan atau sistem ganjil genap itu disampaikan dengan baik. Jangan sampai muncul kesan bahwa kawasan wisata ditutup, karena itu bisa berdampak pada pembatalan reservasi hotel,” ujarnya.
Menurut Yurlena, kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata.
“Dengan sinergi yang baik, saya optimistis kawasan pantai di Kabupaten Serang akan terus berkembang dan tetap menjadi destinasi favorit wisatawan,” pungkasnya. *(Dik/zai)*









