Pesan Kemerdekaan RI ke-81 Sultan Banten: Bebaskan Generasi Muda dari Narkoba

BISNISBANTEN.COM – Sultan Banten ke-18, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni, memberikan pesan mendalam dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Ia menekankan bahwa perjuangan masa kini bukan lagi melawan penjajah bersenjata, melainkan menjaga marwah negeri dan meneguhkan kedaulatan bangsa dari ancaman modern, terutama narkoba .
Sultan Wisanggeni menegaskan visinya untuk menjadikan Banten sebagai wilayah yang bersih dan berintegritas. “Paling utama adalah jadikan Banten berakidah, berbudaya, sejahtera,” ujarnya saat ditemui usai memimpin upacara Hut Kemerdekaan RI ke-81, di keraton Surosowan Banten Lama, Senin (17/08/26).
Menurutnya, akidah yang kuat dapat mencegah hal-hal yang menyimpang karena adanya rasa takut kepada Allah, sementara budaya berkaitan erat dengan adab. Ia meyakini jika kedua hal ini dijalankan, maka kesejahteraan masyarakat akan terwujud.
Sultan menyoroti ancaman narkotika sebagai bentuk penjajahan baru yang sangat berbahaya. Berbeda dengan penjajah di masa lalu, narkoba tidak menjajah tanah, melainkan menjajah jiwa dan merampas kemerdekaan anak-anak bangsa.
“Merdeka bukan hanya dari penjajah dan lain-lain, (tapi) dari narkoba,” tegas Sultan Wisanggeni.
Ia menyerukan semangat agar Banten dan Indonesia “bersinar” tanpa narkoba, dengan generasi yang memiliki akal sehat dan jiwa yang merdeka seutuhnya. Sultan juga mengingatkan para pelajar dan santri bahwa harga diri atau marwah harus dijaga dengan perbuatan nyata, salah satunya dengan berani menolak barang haram tersebut.
Terkait isu persatuan nasional, Sultan Wisanggeni menepis anggapan adanya keinginan Kesultanan Banten untuk memisahkan diri. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa Kesultanan Banten adalah pendukung utama tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Warga Banten harus bersatu. Jaga NKRI. Jangan ada istilah Banten akan membubarkan diri dari NKRI. Tidak ada itu,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa para pewaris kesultanan, termasuk Kesultanan Gowa dan lainnya, adalah pendukung berdirinya negara ini. Sultan mengajak seluruh elemen yang selama ini terpecah untuk bersatu padu menuju Indonesia yang betul-betul merdeka.
Sultan menyatakan bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya diukur dari luas wilayah, tetapi dari kokohnya karakter anak bangsa. Ia pun mengulurkan tangan kepada pemerintah provinsi, pemerintah kota, BNN, TNI, Polri, serta tokoh agama untuk berjalan berdampingan dalam memberantas narkotika.
“Mari kita jaga marwah negeri ini sebagaimana leluhur kita menjaga dari penjajah,” seru Sultan, seraya mengajak masyarakat meneladani semangat Sultan Ageng Tirtayasa dalam menjaga kedaulatan dari rongrongan asing. Perjuangan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menyongsong Indonesia 2045.
Sebagai informasi dalam HUT RI ke -81 bukan sekadar upacara, peringatan kemerdekaan tahun ini turut menghadirkan aksi ekstrem prajurit Kesultanan Banten yang menarik sebuah mobil menggunakan rambut yang diikatkan pada tali ke kendaraan dan atraksi menarik mobil menggunakan gigi yang dilalukan oleh Panglima Kesultanan Banten sekaligus Ketua Umum Laskar Kesultanan Banten, Abah Haji Astari.
Momentum ini menjadi kesempatan untuk mengabadikan perpaduan semangat kemerdekaan, sejarah Kesultanan Banten, tradisi, dan aksi ekstrem para prajurit dalam satu perhelatan. (Siska)









