Banten24

Percepatan Pelayanan IKD, Disdukcapil Sasar Pegawai Kecamatan dan Perangkat Desa

BISNISBANTEN.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang melakukan percepatan pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dengan menyasar para pegawai Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, hingga dari organisasi masyarakat (ormas) di desa.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Warnerry Poetry mengatakan, pihaknya saat ini gencar melakukan percepatan pelayanan IKD yang aplikasinya di download melalui Playstore menggunakan smartphone, sehingga semua data diri dan keluarganya berada dalam satu genggaman gawai. Pihaknya juga sudah melakukan penyisiran perekaman kepada masyarakat sejak usia 16 tahun melalui sekolah-sekolah. Artinya, kata pejabat yang akrab disapa Nery ini, datanya sudah masuk aplikasi SIAK fan ketika memasuki usia 17 tahun KTP elektronik (KTP-el)-nya sudah bisa dicetak atau menjadi persyaratan aktivasi IKD. Menurut Nery, masyarakat terbantu dengan adanya IKD, karena ketika ponselnya hilang bisa di login ulang melalui ponsel lain dengan menggunakan kode atau PIN yang sudah dipegang, sama halnya seperti sosial media (sosmed) facebook atau Instagram.

“Semua data ada semua dan lebih aman, tidak perlu khawatir dimanfaatkan orang-orang berkepentingan, karena hanya kita yang bisa mengakses data kita di KTP digital,” terangnya.

Advertisement

Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tanara ini juga mengatakan, semua data diri ada di dalam IKD, termasuk KIA dan KK atau terintegrasi. Nery mengakui, saat ini capaian penggunaan IKD di masyarakat masih rendah, baru sekura 2,59 persen dari 1,2 juta masyarakat yang sudah mempunyai KTP dari total penduduk Kabupaten Serang sebanyak 1,7 juta jiwa atau baru 30 ribu orang yang mempunyai IKD. Atas kondisi itu, lanjut Nery, mendorong jajarannya untuk semakin gencar melakukan sosialisasi dan melakukan pelayanan percepatan IKD kepada masyarakat.

“Kita sudah melakukan pelayanan IKD ini sasarannya pegawai dan ASN di kecamatan, perangkat desa, prganisasi kepemudaan dan mahasiswa di desa. Kita targetkan dua minggu pelayanan IKD, terus melakukan penyisiran sambil melayani masyarakat juga,” ungkapnya.

Diakui Nery, pihaknya di lapangan banyak menemui kendala dalam pelayanan aktivasi IKD, yakni masih banyak masyarajat yang belum memahami fungsi dan efiesiensinya memiliki KTP digital yang disinyalir alasan enggan dan malas melakukan aktivasi karena harus datang ke kantor UPT Dukcapil atau ke Kantor Disdukcapil. Kendati demikian, ditegaskan Nery, pihaknya tidak bosan-bosan melakukan sosialisasi dan imbauan, serta pelayanan jemput bola untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya memiliki IKD.

“Kendalanya untuk migrasi ke IKD ini pemahaman masyarakat masih rendah soal efisiensi dan mudah mengaktivasi IKD dan manfaatnya banyak. Terus di desa itu masih banyak yang belum punya handphone, jadi banyak yang satu keluarga satu handphone. Padahal, enggak masalah, kan satu kali mengaktivasi untuk satu keluarga. Ada juga yang pemikirannya, daripada beli kuota mending beli beras,” tukasnya.

Persoalan itu pula, sambung Nery, yang terus diedukasi oleh jajarannya, dimana IKD dibutuhkan untuk menghindari dobel data ketika menerima bantuan sosial (bansos) atau single identitas, dimana yang bisa memanfaatkan IKD hanya yang memiliki akses ketika KTP-el fisik hilang yang dikhawatirkan dimanfaatkan orang berkepentingan, seperti digunakan untuk mengakses pinjaman online (Pinjol). Artinya, kata Nery, kepemilikan IKD ini tingkat keamanan tinggi dan tidak memiliki resistensi, karena semuanya berintegrasi untuk pelayanan publik, semisal ke perbankan sudah tidak memerlukan KTP fisik. Nery memastikan, tidak alm terjadi penolakan IKD untuk semua pelayanan publik.

“Untuk kebutuhan pribadi IKD ini sebaiknya diprioritaskan, daripada KTP fisik hilang harus mengurus ulang. Kita juga terbuka kalau ada acara di desa atau perusahaan bisa kontak kami untuk melakukan pelayanan adminduk. Kita fleksibel, bisa turun ke warga atau berdasarkan undangan perusahaan untuk pegawai yang ingin aktivasi IKD. Proses migrasinya cepat kok, enggak sampai lima menit,” tegasnya.

“Buat kami sebagai petugas pelayana, semakin ramai pelayanan semakin bagus. Artinya, masyarakat antusias melakukan updating data diri, sudah paham pentingnya adminduk,” pungkasnya. (Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com