Banten24

Pemkot Serang Dorong Penciptaan Lapangan Kerja Internasional: Target Kirim 1.000 Tenaga Kerja ke Jepang-Korea

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, melalui komitmen Wali Kota Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia, secara serius mendorong program penciptaan lapangan kerja, dengan salah satu fokus utamanya adalah pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, terutama Jepang dan Korea Selatan.

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengungkapkan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen kepala daerah untuk menekan angka pengangguran. Kunci utama untuk merealisasikan target pengiriman tenaga kerja ini adalah kemampuan bahasa.

“Komitmen Pak Budi dan Pak Agis beserta Pemkot akan memfasilitasi warga Kota Serang untuk kemudian bisa mendapatkan pekerjaan. Salah satunya skill. Tadi kalau memang ke luar negeri salah satunya adalah bahasa, tapi yang lain mungkin di dalam negeri ya keterampilan skill lainnya,” ujar Agis, dikutip pada Selasa (11/11/25).

Advertisement

Agis menyebutkan bahwa target awal Pemkot Serang adalah memberangkatkan 1.000 warga ke luar negeri, meskipun ada permintaan dari pihak lain seperti APJATI (Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia), yang meminta hingga 20.000 orang.

Persyaratan paling utama dan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemkot saat ini adalah penguasaan Bahasa Jepang dan Bahasa Korea.

“Pemkot akan mendorong khususnya lulusan muda atau pengangguran usia muda, karena dinilai lebih mudah belajar bahasa asing, khususnya Korea dan Jepang,” terang Agis.

Lebih lanjut Agis mengatakan pekerjaan yang dibutuhkan di luar negeri yang banyak diminati adalah bidang perawat/asisten perawat, baby sister, tukang kebun, dan sopir. Semua pekerjaan ini mensyaratkan kemampuan bahasa yang memadai.

Menyadari tantangan bahasa, Agis menyatakan bahwa Pemkot melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan mengakselerasi peningkatan kemampuan bahasa dan keterampilan kerja warga.

“Program pelatihan bahasa yang serius minimal membutuhkan waktu enam bulan bagi peserta untuk mahir. Oleh karena itu, pendaftaran dan keberangkatan diperkirakan baru bisa terlaksana pada tahun depan (2026),” ungkapnya.

“Makanya nanti insya Allah Budi-Agis juga akan mendorong akselerasi supaya pada bisa bahasa tuh. Misalkan nanti ada Kampung Jepang, Kampung Korea, kita tunggu aja nanti,” timbuhnya.

Selain fokus ke luar negeri, Pemkot Serang juga akan terus memperkuat pelatihan keterampilan (skill) kerja untuk pasar tenaga kerja di dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bersaing sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Jadi memang challenge-nya adalah Kita harus menyiapkan SDM tenaga kerja dengan skill-skill yang memang dibutuhkan pasar kerja,” tutupnya.(siska)

Advertisement
bisnisbanten.com