Banten24

Pemkab Sumedang dan PT Growth Jaya Industri Sambangi Cilegon Pelajari Pengelolaan Sampah

BISNISBANTEN.COM – PT Growth Java Industri dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat melakukan kunjungan ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Cilegon, Kamis (7/12/2023).

Tujuannya, untuk mempelajari pengelolaan sampah menjadi co-firing dan Refuse Derived Fuel (RDF) melalui projek Bahan Bakar Jemputan Padat (BBJP) yang menjadi percontohan Nasional.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon Sabri Mahyudin mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan rombongan dari DLH Kabupaten Sumedang dan PT Growth Jaya Industri untuk bersama-sama mempelajari pengelolaan sampah yang sudah diterapkan di Cilegon. “Mereka (Pemkab Sumedang dan PT Growth Jaya Industri-red) sebenarnya sudah punya data-data tentang pengelolaan sampah di Cilegon. Datang kesini (Kota Cilegon-red) untuk bersama-sama berdiskusi dalam rangka mempelajari penerapan pengelolaannya,” kata Sabri disela kegiatan.

Dalam hal ini, Sabri berharap agar pengelolaan sampah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon di TPSA Bagendung dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak. “Kami Pemkot Cilegon berharap agar program BBJP ini terus menjadi pembangkit dalam rangka membantu meminimalisir persoalan sampah,” harapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan pada DLH Cilegon Muhriji menjelaskan, Kota Cilegon menjadi daerah percontohan BBJP di Indonesia, karena dianggap mampu membuat energi terbarukan, yaitu energi alternatif dari sampah atau BBJP. “BBJP ini sebagai Co-Firing batu bara karena BBJP bisa digunakan sebagai pembakaran batu bara dan sudah dilakukan PLTU (Pembangkit Listrik Tenag Uap) Suralaya,” jelasnya.

Dikatakan Muhriji, saat ini Cilegon sudah bisa melakukan proses pengolahan sampah untuk di jadikan BBJP sebanyak 30 ton perhari. “Ketika sudah menjadi BBJP itu sekitar 10 ton dari 30 ton yang diolah tadi karena ada proses fregmentasi yang mengurangi berat jenisnya,” katanya. (dik)

bisnisbanten.com