Pemkab Serang Bangun Smart City

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang saat ini tengah menyusun rencana pembangunan Smart City atau kota cerdas sebagai upaya untuk meningkatkan palayanan lebih cepat, lebih akurat, lebih tepat, dan transparan.
Demikian disampaikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah usai membuka acara Perencanaan Pembangunan Smart City Tahap I di Aula Tb Suwandi, Rabu (5/6/2024). Acara dihadiri Ketua DPRD Bahrul Ulum, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten Daerah (Asda) III Pemkab Serang Bidang Administrasi Umum Ida Nuraida, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Serang. Sebagai nara sumber, yakni dari Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
”Tujuan utamanya (Smart City-red) untuk meningkatkan palayanan lebih cepat, lebih akurat, lebih tepat, dan transparan,” ungkap Tatu kepada awak media usai membuka acara.
Tatu mengaku bersyukur, Kabupaten Serang mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) dari Kementerian Kominfo dan tahun ini merupakan tahun terakhir Bimtek meski seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia belum selesai. Disebutkan Tatu, baru sekira 200 kabupaten dan kota yang mendapatkan Bimtek, salah satunya Kabupaten Serang. Semangatnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah, menurut Tatu, dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Diungkapkan Tatu, Bimtek perencanaan pembangunan Smart City akan dilakukan empat tahap dalam rentang waktu 10 tahun. Tatu mengaku sudah berkoordinasi dengan dengan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang Haerofiatna dan Asda III Pemkab Serang Ida Nuraida terkait rencana tersebut.
“Kabupaten Serang terbagi dalam 5 zona di 29 kecamatan. Maka, akan membuat pilot project di setiap dapil. Satu dapil satu kecamatan jadi pilot project supaya bisa dari kecamatan itu tersebar untuk dapilnya. Jadi, yang diajak masyarakat sekitar sana bisa lebih cepat, karena lebih dekat lokasinya,” terang politisi Partai Golkar ini.
Untuk merealisasikan Smart City, kata Tatu, ada enam langkah yang harus dilakukan pemerintah daerah, yakni mulai dari Smart Governance, Smart Branding, Smart economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment. Untuk melakukan hal itu, menurut Tatu, bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi harus dilakukan denhan konsep pentahelix yang sudah dijalankan.
“Jadi, di sana ada pemerintahan unsur pemerintah, unsur dunia usaha, unsur akademisi, kemudian masyarakat. Terpenting dari teman-teman media harus tergabung semua di upaya ini,” terang bupati dua periode ini.
Masyarakat saat ini, menurut Tatu, sangat familiar pada era teknologi digital, sehingga untuk peningkatan pelayanan mau tidak mau jalur tersebut yang dipakai, tetapi bukan hanya satu-satunya, melainkan hanya bagian dari perangkat saja.
”Jadi, di pemerintahannya sendiri harus kita siapkan masyarakatnya dan semua komponen masyarakat,” katanya.
Untuk memulai Perencanaan Pembangunan Smart City, lanjut Tatu, Kabupaten Serang sudah mempunyai modal, di antaranya Peraturan Daerah (Perda), penilaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), SDM, TIK, sarana prasarana, infrastruktur jalan, dan anggaran tidak terlepas peran suporting DPRD. Kemudian dari unsur Forkopimda termasuk dirinya sebagai kepala daerah.
”Rencana kita yang baik ini harus tersampaikan ke masyarakat. Jadi, masyarakat harus paham dan mengerti harus berbuat apa menuju Smart City ini,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang Haerofiatna menambahkan, Smart City bukan sekadar teknologi, tetapi juga untuk kebermanfaatan orang banyak. Terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat. *(Nizar)*









