AsuransiInfo Bisnis

OJK Kenalkan Strategi Perlindungan Konsumen Keuangan

BISNISBANTEN.COM — Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan Strategi Perlindungan Konsumen Keuangan (SPKK) Tahun 2013-2027. Ini sebagai langkah evaluasi program Perlindungan Konsumen OJK 5 tahun berjalan. Ini juga upaya menjawab tantangan di 10 tahun mendatang.

Acara peluncuran ditandai dengan pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dilakukan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad.

“Penyusunan strategi ini merupakan upaya menjawab tantangan serta isu strategis perlindungan konsumen sektor jasa keuangan baik di masa sekarang maupun masa mendatang dalam ruang lingkup nasional, regional, maupun internasional,” kata Muliaman.

Advertisement

OJK membagi tiga tahapan setiap lima tahun target yang ingin dicapai untuk memastikan perlindungan konsumen yang berkeseimbangan dengan tumbuh berkembangnya industri jasa keuangan. Tahapan tersebut meliputi Tahap Pembangunan periode 2013 – 2017, Tahap Pengembangan 2018 – 2022, dan Tahap Akselerasi 2023 – 2027. Ini mengacu pada empat pilar utama perlindungan konsumen, yakni infrastruktur,  regulasi perlindungan konsumen, pengawasan market conduct,  dan edukasi dan komunikasi.

Sementara itu, Puan Maharani menyampaikan, Pemerintah menyambut baik inisiatif OJK sebagai bagian dari pelaksanaan Strategi Nasional Keuangan Inklusi yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2016.

Puan menekankan, agar dalam pelaksanaannya strategi ini bisa meningkatkan akses keuangan masyarakat yang belum tersentuh produk dan atau jasa keuangan. Ini juga bisa memperbaiki upaya perlindungan konsumen keuangan, dengan mengubah pola pikir masyarakat. “Masyarakat Indonesia harus menjadi cerdas keuangan, tidak terkecuali masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah yang selama ini sulit menjangkau produk dan jasa keuangan,” kata Puan Maharani. (fan/red)

Advertisement

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.