Keuangan

OJK Gelar Edukasi Keuangan bagi Penyandang Disabilitas

BISNISBANTEN.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Reigonal 1 DKI Jakarta & Banten menggelar edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas yang berlangsung di Aula DPRD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (28/7). Acara yang mengusung tema Ceria : Cerdas dan Bijak Berinvestasi ini dihadiri Kepala OJK KR1 DKI Jakarta & Banten Roberto Akyuwen, Asda II Kota Serang Yudi Suryadi, CEO Kanwil IV Bank bjb Adie Arief, Kepala Tim Implementasi Kebijakan SP dan Pengawasan SP PUR Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Dian Wening Astuti, dan lainnya.

Kepala OJK KR1 DKI Jakarta & Banten Roberto Akyuwen mengungkapkan, OJK dibentuk sejak 2011 lalu berdasarkan undang-undang. OJK memiliki tugas dan wewenang 3M yakni Mengatur, Mengawasi, dan Melindungi.

“OJK mengatur dan mengawasi jasa keuangan agar menjalankan fungsinya dengan baik dan juga melindungi konsumen,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan hari ini merupakan bagian dari kegiatan edukasi dan perlindungan konsumen yang diselenggarakan oleh OJK Kantor Regional 1 untuk DKI Jakarta dan Banten yang  bekerja sama dengan Pemerintah Kota Serang, Yayasan Disabilitas, Bank Indonesia, Bank bjb, dan Dinas Sosial.

“Selain edukasi dari OJK, ada juga sosialisasi dari Bank Indonesia dan Bank bjb yang membahas tentang produk-produk dan jasa keuangan,” katanya.

ada dari BJB ya Jadi kita hari ini mengedukasi teman-teman disabilitas terkait produk-produk atau layanan keuangan

Ia berharap, dengan edukasi layanan keuangan ini, kedepan para disabilitas ini bisa memanfaatkan layanan tersebut untuk kepentingan pribadi maupun yang memiliki kegiatan usaha.

Ia menjelaskan, pemahaman masyarakat tentang layanan keuangan di Banten masih rendah yakni 39 persen. Sementara pengguna jasa keuangan mencapai 80 persen. Sementara kelompok disabilitas ini biasanya merupakan kelompok yang tertinggal sehingga perlu diberikan pemahaman tentang produk dan layanan keuangan.

Pada kesempatan ini, kita coba fokuskan kepada penyandang disabilitas karena jumlahnya juga cukup banyak dan diharapkan pemahaman mereka bertambah dan literasinya meningkat.

“Harapannya juga inklusi keuangannya meningkat  dan lain kita harapkan mereka terhindar dari layanan-layanan keuangan yang ilegal terutama ada penyandang disabilitas yang pernah terjebak,” katanya.

CEO Kanwil IV Bank bjb Adie Arief Wibawa mengungkapkan, Kegiatan hari ini berkaitan dengan inklusi keuangan, di mana OJK memiliki program untuk edukasi mengenai lembaga keuangan kepada seluruh masyarakat dan saat ini khusus untuk penyandang disabilitas.
Bank bjb memberikan apresiasi kepada OJK yang menggandeng Bank bjb untuk sama-sama memberikan edukasi mengenai inklusi keuangan. Pada kesempatan ini, OJK bersama Bank BJB untuk memberikan edukasi tentang keuangan kepada para disabilitas.
“Diharapkan para disabilitas bisa menambah wawasan mengenai digitalisasi termasuk juga keuangan termasuk juga pembiayaan,” katanya.

Menurutnya, dengan edukasi seperti ini dapat menambah wawasan bagi para penyandang disabilitas, apalagi ada yang memang memiliki usaha.

“Sehingga disitu juga bisa kita support bisa dibantu untuk dari sisi pembiayaannya ataupun juga dari sisi kesejahteraan untuk ekonomi di masyarakat sekitar,” katanya.

Pada kesempatan ini, para penyandang disabilitas juga dibukakan rekening Bank bjb untuk 56 orang dengan tabungan tandamata. Dengan rekening tandamata untuk transaksi keuangan. Selain tabungan, ada juga fasilitas ATM.

Asda II Kota Serang Yudi Suryadi mengungkapkan, edukasi keuangan memiliki peranan penting dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat karena literasi keuangan harus bersifat inklusif. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan dan keyakinan masyarakat luas sehingga mampu mengelola keuangan menjadi lebih baik.

“Setelah masyarakat memahami pentingnya mengelola keuangan dengan baik harapan akses kepada pelayanan dan kekurangan tidak terbatas dan tidak terhambat seperti mempunyai tabungan asuransi, melakukan pinjaman termasuk dari investasi,” katanya.

Selain itu, menurutnya, akses layanan dan produk keuangannya tidak bersifat diskriminatif adil dan dapat bermanfaat oleh berbagai lapisan masyarakat.
“Literasi dan insklusi keuangan adalah bagian yang tak terpisahkan dari upaya pembangunan ekonomi khususnya di Kota Serang menjadi ujung tombak untuk menghindari ketimpangan ekonomi literasi keuangan akan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mempersiapkan rencana keuangan secara langsung di masa depan menjadi lebih baik,” katanya. (susi)

bisnisbanten.com