KulinerLifestyle

Nikmati Kuliner India di Raj Coffee

BISNISBANTEN.COM – Seiring dengan waktu, bisnis kuliner terus tumbuh di Kota Serang dan hadir dengan berbagai konsep yang sangat menarik. Salah satunya Raj Coffee, Food and Beverage mengusung konsep bernuansa elegan dengan beberapa menu makanan khas dari India seperti nasi biryani. Meskipun tetap ada juga makanan khas dari Indonesia loh.

Seperti yang diketahui, makanan juga merupakan bagian dari tradisi sebuah daerah bahkan negara. Maka dari itu, setiap negara memiliki makanan khasnya masing-masing. Layaknya jenis tradisi pada umumnya, makanan juga bisa dikombinasikan. Ide mengkombinasikan unsur dan tradisi kuliner yang berbeda ini dikenal dengan istilah fusion food.
Tapi bukan kombinasi rasa yang akandi temui disini, akan tetapi menu yang berasal dari beberapa negara. Seperti India dengan Chanai dan Turki dengan kebabnya.
Menu makanan berat yang menjadi primadona disini, mulai dari nasi briyani kambing, nasi briyani ayam, nasi mandi kambing dan nasi mandi ayam. Sementara minuman yang menjadi jargon adalah tea longan. Untuk dessert sendiri, lidah bisa dimanjakan dengan manisnya chanai madu yang aduhai.

Salah satu dessert dari India, Chanai Sarikaya

Manager Raj Coffee Rahmat Hidayat mengatakan, sebenarnya ini adalah resto, bisa untuk anak-anak nongkrong, ngerjain tugas atau keluarga yang ingin bersantai. Untuk tempat sendiri, bisa diluar ataupun di dalem.
“Untuk saat ini kita sedang fokus di jam-jam makan siang. Ada hot promo paket makan dari jam 11.00 – 15.00. Sekitar ada lima menu makanan komplit yang kita sajikan,” katanya.

Advertisement

Untuk daftar harga tenang aja sob, karena disini cukup terjangka. Yah, pas di kantong dan tentunya nikmat di lidah. Mulai dari Rp20 ribu-Rp50 ribu dari setiap menunya. Pengunjung juga bisa menikmati hidangan sambil tetap eksis di media social karena ada wifi gratis.(aibin/red)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.