Melayat Korban Rumah Ambrol di Ciruas, Bupati Serang Ratu Zakiyah Minta Data Ulang Rutilahu

BISNISBANTEN.COM – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Ratu Zakiyah) mengunjungi kediaman korban rumah ambrol di Kampung Cimiung, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Jumat (6/3/2026). Zakiyah pun meminta data Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Serang direvisi.
Diketahui, peristiwa tragis itu menewaskan seorang warga bernama Umayah (46) yang tertimpa reruntuhan rumah saat bangunan tempat tinggalnya roboh pada Kamis malam (5/3/2026) sekira pukul 23.30 WIB. Sementara putranya, Uktira (17) juga mengalami luka dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Informasi yang dihimpun dari warga dan adik almarhumah menyebutkan, rumah roboh menjelang tengah malam akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan rapuh, diperparah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada malam kejadian.
“Rumahnya memang bangunan lama. Struktur temboknya dari bata lama dan bagian penyangga cornya masih pakai kayu yang sudah puluhan tahun sehingga mengalami pelapukan. Ditambah hujan deras, akhirnya rumah itu roboh,” terang salah satu warga kepada Bupati.
Dalam kunjungannya, Ratu Zakiyah pun menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban.
“Saya melayat ke keluarga korban, karena semalam saya mendapat kabar dari Pak Camat bahwa ada rumah warga yang roboh dan menyebabkan korban jiwa, Ibu Umayah. Putranya saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Hermina,” ungkap Ratu Rachmatuzakiyah kepada awak media usai melayat.
Zakiyah pun menyampaikan belasungkawa secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang kepada keluarga korban.
“Ini musibah, tapi mungkin juga menjadi evaluasi bagi kami untuk lebih detail melihat kondisi rumah warga, terutama yang tidak layak huni,” ujar istri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto ini.
Dari tampilan luar rumah, menurut Zakiyah, terlihat seperti rumah layak dihuni, tetapi setelah ditelusuri lebih dalam ternyata struktur bangunan di dalamnya sudah rapuh karena bangunan lama. Zakiyah pun langsung menginstruksikan Pemerintah Deda dan Kecamatan untuk melakukan pendataan ulang Rutilahu di wilayah Kecamatan Ciruas agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya minta kepada Pak Lurah dan Pak Camat untuk melakukan investigasi dan pendataan ulang Rutilahu. Kalau perlu masuk ke dalam rumah untuk mengecek struktur bangunannya,” desak politisi PAN Ini.
Ditegaskan Zakiyah, program bantuan Rutilahu harus diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti lansia miskin, penyandang disabilitas, serta kepala keluarga perempuan yang kurang mampu. Zakiyah juga memastikan, korban yang masih menjalani perawatan akan tetap mendapatkan penanganan medis.
“Untuk pengobatan korban saat ini masih menggunakan BPJS dari perusahaan tempat almarhumah bekerja, yaitu PT Nikomas. Jika nanti sudah tidak aktif, maka pemerintah kabupaten akan menanggungnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Serang Okeu Oktaviana mengatakan, pihaknya sudah melakukan asesmen terhadap bangunan rumah yang roboh tersebut. Hasilnya, menunjukkan rumah ini bangunan lama dengan struktur yang sudah tidak layak. Batanya bata mentah dan perekatnya dari tanah liat.
“Dari luar memang terlihat bagus, tapi secara struktur sudah sangat rapuh,” ujarnya.
Okeu pun berencana memberikan bantuan pembangunan kembali rumah tersebut melalui program Rutilahu antara tipe 28 sampai tipe 36, dengan perkiraan anggaran pembangunan mencapai Rp50 juta. Okeu menambahkan, selama ini pendataan program Rutilahu lebih banyak berdasarkan kondisi visual dari luar bangunan. Ke depan, pihaknya akan melakukan asesmen lebih mendalam, terutama terhadap rumah-rumah tua di sejumlah wilayah seperti Ciruas, Kragilan, dan Lebakwangi yang banyak memiliki bangunan lama.
“Peristiwa ini menjadi perhatian bersama agar kondisi rumah warga dapat lebih diperhatikan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya. *(Dik/zai)*









